Hati-hati Psoriasis di Kepala

Kita sering abai dengan hal-hal yang kita anggap sudah biasa. Rambut berketombe adalah gejala umum yang sering diderita oleh beberapa orang. Biasanya penderita cukup santai mengobati “ketombean” dengan sampo antiketombe bahkan ada yang membiarkan saja.
Bagaimana dengan Psoriasis? Mungkin kata ini masih asing di telinga anda. Psoriasis mirip dengan ketombe. Gejalanya dikenali dengan timbulnya sisik-sisik tebal dan lebar di kulit kepala seperti halnya ketombe yang membandel atau di sekitar tubuh timbul bercak-bercak merah mirip gigitan nyamuk dengan sisik tebal di ujung bintiknya. Jika anda termasuk penderita ketombe yang tidak kunjung sembuh atau muncul bintik-bintik merah di sekitar tubuh (tanpa mengalami demam), sebaiknya anda mulai hati-hati. Siapa tahu itu gejala psoriasis.
Apa itu psoriasis? Psoriasis merupakan kelainan pada kulit berupa bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuh dan diatasnya bersisik tebal. Dr. Tina Wardani seperti yang dikutip dari majalah Nova mengatakan bahwa sisik ini biasanya berlapis-lapis dan memberi gambaran seperti plastik mika yang transparan. Di antara lapisan-lapisan sisiknya, ada lapisan yang cukup tebal. Sisik ini tidak menjalar ke seluruh tubuh karena penumpukan sisik terjadi di tempat tertentu saja, biasanya di kulit kepala atau bagian kulit yang berambut. Bisa juga di siku kedua tangan, lutut, punggung, hingga pantat yang dipenuhi bercak merah dibarengi sisik.
Psoriasis juga dikaitkan dengan otoimun (kekebalan tubuh). Jika pada orang normal regenerasi kulit berlangsung sekitar 28-30 hari maka pada penderita psoriasis bisa berlangsung hanya dalam 3-4 hari saja. Penyakit ini tidak mengenal umur. Ia bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa muda. Anak-anak berumur 10-12 tahun merupakan generasi awal yang bisa terkena penyakit ini disamping usia 20-30 tahun yang paling berpotensi terserang.
Uniknya, penyebab penyakit ini masih menjadi misteri di kalangan dokter. Terdapat banyak faktor pencetus yang berbeda-beda diantara penderita. Namun Tina menyampaikan faktor stres adalah yang paling banyak disebut. Infeksi di dalam tubuh misalnya di mulut, saluran pernapasan, gigi berlubang, amandel yang tidak kunjung sembu, dan sebagainya juga menjadi salah satu faktor pemicu. “Keputihan bisa juga menjadi faktor pemicu bagi perempuan penderita psoriasis, ” ujar Tina.
Pada sebagian kasus, makanan juga bisa menjadi penyebab. Seorang penderita pernah menderita psoriasis akibat terlalu banyak memakan daging kambing. Ada juga yang disebabkan oleh rokok dan kopi. Namun faktor makanan ini bukanlah pencetus utama dan hanya terjadi pada sedikit kasus saja.
Sekali lagi hati-hati. Psoriasis bisa saja dianggap sebagai ketombe biasa sehingga pasien mengabaikan sampai bertahun-tahun lamanya. Padahal jika tidak segera diobati, psoriasis akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dengan cepat.
Sebenarnya psoriasis tergolong penyakit tidak berbahaya, tidak menular, dan tidak akan menyebabkan kematian. Yang menjadi masalah adalah faktor kosmetis. Banyak penderita yang segera berobat karena takut penampilan atau kecantikannya terganggu. Tak hanya gangguan kecantikan, psoriasis termasuk penyakit kronik residif atau kambuhan. Jadi, meskipun sudah sembuh bisa timbul lagi di kemudian hari.
Pengobatan
Jika sisik (seperti ketombe) di kulit kepala masih ringan dan belum meluas, penderita masih bisa menggunakan sampo-sampo antiketombe. Jika psoriasis juga timbul di daerah lainnya dan penyebarannya belum meluas, penderita diminta untuk rajin-rajin mengoleskan lotion atau pelembab kulit biasa untuk mengurangi sisik-sisik. Namun jika sudah menyebar dan warna kemerahan tidak kunjung hilang, disarankan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan. (Kompas.com/Nilna Rahmi Isna)

Iklan

Biasakan Anak Membawa Bekal ke Sekolah

rosmala-orangtua-laput.jpg

Ibu Rosmala

Barang-barang, terutama kebutuhan sekolah, yang harganya semakin menanjak naik akhir-akhir ini membuat para orangtua kewalahan mengatur keuangan keluarga. Tapi, tidak bagi keluarga yang satu ini.
Adalah Ibu Rosmala yang bertempat tinggal di Komplek Telago Permai Blok D/18 yang bisa memanej keuangan keluarganya tanpa direpotkan oleh keinginan sang anak untuk menambah uang jajan. Ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak ini telah membiasakan anak-anaknya untuk membawa bekal dari rumah. Bekal yang disiapkan pun tidak sebatas nasi beserta lauknya tapi juga cemilan-cemilan kecil yang bisa dimakan oleh sang buah hati di kala senggang sebelum atau setelah sekolah.
Istri dari Bapak Amril ini pun berhasil mengajarkan anak-anaknya berhemat serta menabung sedari kecil. Sehingga, anak-anak beliau yang kini bersekolah di SMPN 8 Padang, SMA Adabiah Padang, serta baru saja tamat dari SMAN 10 Padang, bisa membeli barang-barang yang sesuai dengan hobi mereka.
Berikut petikan wawancara singkat reporter Pmails dengan Ibu Rosmala mengenai kebiasaan pelajar membawa bekal ke sekolah.
Apakah Ibu setuju jika anaknya membawa bekal ke sekolah untuk mengirit pengeluaran keluarga?
Setuju sekali. Selain bisa mengirit uang jajan, makanan yang dimakan anak jadi lebih terjamin dari segi kesehatan dan kebersihan. Gizinya terlengkapi. Porsi makanannya pun lebih cukup.
Ibu mau tidak membantu anak-anaknya menyiapkan bekal ke sekolah?
Mau sekali. Kebetulan Ibu punya anak tiga orang. Tiga-tiganya Ibu sipakan bekal untuk dibawa ke sekolah.
Jam berapa Ibu bangun untuk menyiapkan bekal mereka?
Jam setengah lima pagi, Ibu sudah siap di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal buat anak-anak Ibu. Seluruh anak-anak, Ibu wajibkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Kalau mereka nggak mau sarapan, mereka akan menerima resiko sendiri bakal kelaparan di sekolah.
Apakah Ibu mau memaksa anak Ibu untuk membawa bekal ke sekolah? Kalau anak tidak mau, bagaimana?
Ibu nggak pernah memaksa anak-anak untuk membawa bekal. Kalau sekali-kali mau mencicip makanan di luar, akan Ibu izinkan. Tapi, selama ini anak Ibu nggak pernah menolak untuk membawa nasi ke sekolah.
Apakah sekolah anak Ibu menganjurkan para siswanya untuk membawa bekal ke sekolah?
Sebenarnya sih nggak terlalu dianjurkan oleh sekolah. Hanya saja, anak-anak Ibu lebih suka memakan makanan dari rumah. Mereka nggak hobi jajan. Katanya, jajanan di luar itu nggak sesuai dengan selera mereka. Nah, kalau di rumah kan bisa milih yang sesuai dengan selera dan porsi mereka.
Jadi, Ibu menyiapkan bekal sesuai dengan keinginan anak-anak Ibu?
Iya. Ibu menyiapkan makanan yang berbeda setiap harinya biar mereka nggak bosan. Bekal yang mereka bawa pun nggak hanya nasi tapi juga snack.
Apakah Ibu tetap memberikan uang jajan kepada anak-anak Ibu?
Ibu tetap memberikan uang jajan kepada mereka. Tapi, karena anak-anak Ibu dibekali makanan dari rumah, uang jajannya jadi tidak terpakai. Biasanya uang jajan itu cuma habis buat ongkos.
Kalau boleh tahu, berapa Ibu memberikan uang jajankepada anak-anak?
Untuk anak Ibu yang masih SMP, Ibu cuma memberi dia uang jajan Rp 3.000,00. Dia diantar jemput pergi-pulang sekolah. Ketika dia pulang, uang jajannya yang Rp 3.000 itu masih ada seperti sediakala. Sedangkan yang SMA, Ibu kasih Rp 10.000,00 karena kebutuhannya lebih banyak seperti uang fotokopi dan ongkos. Meskipun diberi uang lebih banyak, mereka tetap melebihkan uangnya dengan tidak jajan di sekolah.
Terus, uang jajan yang berlebih itu dikemanakan?
Nah, Ibu mengajarkan mereka untuk menabung. Jadi, mereka bisa membelanjakan uang jajan tersebut untuk keperluan yang lebih bermanfaat misalnya, untuk membeli buku, komik, atau novel. Anak-anak Ibu banyak yang hobi membaca. Mereka membeli buku dengan uang yang mereka kumpulkan sendiri.
Apakah anak-anak Ibu merasa dibatasi karena harus memakan makanan dari rumah?
Nggak, mereka malah senang karena tinggal menyuap. Mereka memang nggak suka jajan.
Apakah anak Ibu ada yang mengeluh karena malu membawa bekal dari rumah?
Alhamdulillah, belum ada anak Ibu yang minder bawa nasi ke sekolah. Mereka malah jadi panutan oleh teman-temannya. Anak-anak Ibu malah jadi trendseter untuk selalu bawa nasi ke sekolah. (Nilna Rahmi Isna)

Ditulis untuk Laporan Utama Tabloid Pmails edisi 96

Seledri Bisa Menekan Kolesterol

Ternyata, kelebihan kolesterol bisa diredakan dengan sebatang seledri. Penyakit kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia yang mengganggu kesehatan jantung ini sebenarnya dapat diturunkan dengan mengonsumsi bahan alami seperti seledri.
Sebuah penelitian dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan percobaan menunjukkan bahwa daun seledri Apium graveolens L. dapat menurunkan kadar kolesterol darah yang terkandung dalam tubuh tikus putih tersebut. Hal ini disebabkan, di dalam seledri terkandung senyawa glukosida, apiin, dan apoil yang memberi aroma khas. Sedangkan, senyawa apa yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah belum teridentifikasi.
Jika ingin menggunakan seledri sebagai salah satu alternatif pengobatan, pilihlah sebatang seledri untuk direbus dengan satu gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, minumlah air rebusan itu. Cukup diminum satu kali dalam sehari.
Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah penyakit hiperkolesterolemia ini, berbagai patokan sederhana dapat diikuti diantaranya : menambah kadar serat dapat larut dalam diet dengan makan buah-buah, sayuran, kacang-kacangan, dan bebijian. Penderita hiperkolesterolemia juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi kacang tanah mentega, margarin, keju, dan minyak goreng dari kelapa atau kelapa sawit. Ada baiknya mengganti bahan-bahan tersebut dengan minyak bunga matahari, kedelai, kanola, atau minyak zaitun. Idealnya, lakukan penurunan bobot dengan cara berolahraga. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

Terbit di Halaman Insting Pmails edisi 96

Mengungkap Misteri Virus H5N1

Flu burung merupakan infeksi virus influenza A subtipe H5N1 (H=hemagglutinin; N=neuraminidase) yang pada umumnya menyerang unggas. Virus H5N1 kemudian dapat menyerang manusia lewat perantaraan hewan yang terkena infeksi tersebut. Penyakit seperti ini disebut dengan penyakit zoonosis.
Dilihat dari sejarahnya, flu burung sudah terjadi sejak tahun 1968. Namun, virus ini memuncak pada akhir tahun 2003 yang mana menyebar luas dan menjadi berita nasional di wilayah Asia Timur dan Selatan Impasnya, Indonesia pun tertular virus endemik ini. Kehebohan pertama terjadi pada Januari 2004 dimana dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak besar-besaran di beberapa propinsi Indonesia terutama Bali, Botabek, Jawa, dan Kalimantan Barat. Berita hangat itu bertambah panas pada 19 Januari 2004, dimana pejabat WHO mengkonfirmasikan lima warga Vietnam dan enam warga Thailand tewas akibat flu burung. Seorang bocah berumur 6 tahun dipastikan menjadi orang pertama yang dikonfirmasi meninggal akibat wabah tersebut.
Subtipe H (hemagglutinin) dan N (neuraminidase) digunakan sebagai identifikasi kode. Pada manusia terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7, sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N98. Virus H5N1 sendiri merupakan strain yang sangat virulen/ ganas. Virus tersebut bertahan hidup hingga 4 hari di air pada suhu 22°C dan apabila bertahan hingga 1 bulan atau lebih pada suhu 0°C. Akan tetapi virus akan mati jika dipanaskan pada suhu 60 °C selama 30 menit atau 56 °C selama 3 jam dengan bantuan desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin.
Flu burung atau Avian Flu dapat menular melalui udara, makanan, minuman dan sentuhan. Penularan lewat udara berasal dari kotoran unggas yang menderita flu burung. Penularan lewat makanan dan minuman bersumber dari daging dan telur hewan yang terjangkit flu burung namun tidak dimasak dengan matang. Sedangkan penularan lewat sentuhan biasanya terjadi pada pekerja di peternakan ayam atau kondisi lainnya yang memungkinkan kontak langsung dengan tubuh unggas tersebut.
Gejala umum yang terjadi pada penderita flu burung adalah demam tinggi, batuk dan nyeri tenggorokan, radang saluran pernapasan atas, infeksi mata, nyeri otot dan pneumonia. Replikasi virus dalam tubuh akan berjalan dengan sangat cepat sehingga pasien perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Pertolongan yang biasa dilakukan oleh petugas medis adalah pemberian obat-obatan penurun panas dan anti virus. Diantara antivirus yang biasa digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga sangat dibutuhkan opini dari dokter.
Kasus flu burung meningkat dengan cepat terutama di Indonesia. Namun demikian, flu burung bukan berarti tidak dapat dicegah. Pencegahan flu burung bisa dilakukan dengan terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Misalnya, mencuci tangan dengan desinfektan setelah bersentuhan dengan unggas, menggunakan pelindung diri seperti masker dan pakaian kerja apabila berada pada peternakan ayam. Untik pencegahan lebih lanjut, pekerja sangat disarankan agar meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja. Bagi para peternak diwajibkan untuk membersihkan kotoran unggas setiap hari. Unggas sebaiknya tidak dipelihara dalam radius kurang dari 10 meter dari lingkungan perumahan atau pemukiman.
Bagi masyarakat umum, disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Keinginan untuk memasak makanan yang bersumber dari protein unggas harus diimbangi dengan memilih unggas yang sehat serta memasaknya pada suhu ± 800 °C selama 1 menit pada daging dan ± 640 °C selama 4,5 menit pada telur. Makanan sebaiknya tidak didinginkan atau dibekukan karena virus akan bertahan lebih lama pada suhu dingin.
Diantara kebijakan pemerintah dalam rangka menghindari penyebaran flu burung secara meluas adalah memusnahkan seluruh unggas yang diduga terjangkit flu burung dengan cara dibakar. Sedangkan pada unggas yang masih sehat diberikan vaksinasi secara menyeluruh. Lebih lanjut, pemerintah melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas flu burung.
Dari data terakhir hingga 31 Oktober 2006, WHO telah mencatat 256 kasus dengan 152 kematian manusia pada negara-negara di ASIA ditambah beberapa negara di Afrika. (Berbagai Sumber/ Nilna Rahmi Isna)

Terbit di Halaman Insting Tabloid Pmails edisi 63

Alzheimers, Menyerang fungsi Mental dan Daya Ingat

Alzheimers adalah penyakit yang menyerang otak manusia. Penderita penyakit ini sulit mengingat, sulit berkomunkasi. Daya ingat penderita Alzheirmers menurun secara drastis dan menimbulkan gangguan pada kemampuan bahasa, persepsi, orientasi, emosi, serta gangguan kognisi atau intelektual. Hingga akhirnya penderita tak bisa meninggalkan tempat tidur sampai meninggal. Sementara Alzheimers menjangkiti tubuh, penderitanya mengalami perubahan sifat dan tingkah laku, seperti kecemasan, kecurigaan, halusinasi, dan juga delusi ( keyakinan yang irasional ). Dari jenis penyakitnya, Alzheimers hampir sama dengan pikun, yaitu gejala kemunduran daya ingat dan fungsi mental.

Penyakit Alzheimers dapat diidentifikasi dari gejala-gejala seperti artikulasi dan kelancaran berbicara yang tidak menentu, sering mengulang, salah mengerti, dan sulit mengikuti pembicaraan. Pada tahap lanjut, bicara sudah tidak teratur serta kehilangan keterampilan, misalnya tak bisa memegang sesuatu, lupa cara berpakaian, suka meletakkan barang di tempat yang aneh seperti meletakkan surat di lemari es, tidak bisa mengingat tahun berapa sekarang dan berada dimana. Pada tahap ini, penderita mulai tidak mengenal orang dan lingkungan, walau tidak menderita amnesia. Kepribadiannya mudah berubah, misalnya menjadi apatis, depresi, cuek, selalu merasa curiga, hip[eraktif dan gampang tersinggung.
Umumnya, penyakit Alzheimers berjalan dalam rentang waktu sekitar tujuh tahun, dan berakhir dengan kematian. Beberapa ahli telah melakukan penelitian tentang penyakit Alzheimers ini, tapi masih belum bisa menemukan penyebab pasti dari penyakit ini. Karena itu pula, tidak ada obat untuk penyakit ini, dengan kata lain penyakit Alzheimers tidak dapat disembuhkan. Alzheimers hanya dapat diperlambat keparahannya dengan pemberian vitamin seperti vitamin E, donepezil. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perhatian dan perawatan yang efektif oleh orang-orang terdekat sangat berpengaruh besar terhadap peningkatkan kualitas hidup si penderita sejak awal diagnosa hingga akhir hidupnya. Kunci penanganan pada proses kemunduran difokuskan pada apa yang masih bisa dilakukan dan dinikmati penderita. Dengan demikian Alzheimers bisa diperlambat.
Pendapat Para Ahli
Pemicu penyakit Alzheimers terletak pada cara kerja otak yang mengendalikan semua sistem tubuh dan pikiran manusia. Otak memiliki beberapa bagian yang punya tugas masing-masing. Ada bagian otak yang megendalikan kerja fisik seperti berjalan. Ada juga bagian yang mengendalikan kemampuan berbicara, mengingat, berkonsentrasi, dan membuat keputusan. Beberapa bagian sel otak tersebut berhenti melakukan fungsinya, yang disebut sebagai kematian fungsi sel otak. Beberapa bagian sel otak penderita alzheimer telah mati. Bila dilihat secara mikroskopis, sel-sel yang telah mati membentuk plak ( bercak abnormal pada otak ). Penyakit ini juga akibat dari kekurangan zat kimia yang diperlukan untuk mengirim sinyal (nerve impulse Dugaan sementara, penyebab kematian sel-sel otak itu disebabkan adanya timbunan protein. Bagian otak yang rentan mengalami kerusakan ini adalah pengendali fungsi mental, sedangkan untuk pengendalikan fisik jarang terganggu.
Penyakit ini cenderung menyerang orang-orang yang berusia di atas 65 tahun. Akan tetapi, bukan berarti orang yang berusia di bawah 65 tahun terbebas dari penyakit ini karena ada juga penderita Alzheimers yang berusia sekitar 40 tahun. Penyakit ini juga tidak pandang bulu, bisa menyerang pria atau wanita. Perlu diwaspadai juga, penyakit Alzheimers kadang diwariskan.
Segera lakukan check up ke Dokter apabila menemukan gejala-gejala seperti yang disebutkan keatas, agar didapatkan penanganan yang terbaik. Semakin dini perawatan, semakin baik. (Berbagai Sumber/Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang)

Dibawah ini disebutkan 3 substance yang bisa mencegah munculnya penyakit Alzheimer’s, jika dikonsumsi sejak dini:
1. Jus buah ekstrak dari KULIT buah manggis (mangosteen), di mana di dalam kulitnya terdapat elemen “Xanthones” = antioxidants yang sangat dibutuhkan tubuh dalam perang melawan berbagai jenis penyakit. Di seluruh dunia, scientists telah menemukan kira2 200 Xanthones, dan kulit buah manggis saja memiliki 43 dari jumlah 200 tersebut. Jadi bayangkan khasiatnya. Selain mencegah Alzheimer’s, ekstrak kulit buah manggis juga bisa mencegah penyakit2 dari alergi sampai kanker. Untuk informasi lebih lanjut, silakan visit http://au.gomangosteen.net/au
2. Baru-baru ini ditayangkan di Current Affair Sydney, ternyata bubuk kunyit (turmeric powder) juga sangat berkhasiat dalam mencegah penyakit Alzheimer’s. Jenis masakan yang banyak menggunakan bubuk kunyit tersebut adalah masakan India, di mana hampir setiap resep kari (curry) menggunakan bubuk kunyit. Elemen nutrisi yang memegang peran adalah CURCUMIN, yang membuat kunyit berwarna kuning. (Dari data para ahli di US dan Canada-http://au.gomangosteen.net/au-Nilna Rahmi Isna)

Terbit di Halaman Insting Tabloid Pmails Edisi 4 Februari 2007

Demam Chikunguya, Demam yang Melumpuhkan

Mungkin masih banyak diantara pembaca yang belum mengenal “Demam Chikunguya”. Chikunguya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditukarkan oleh nyamuk Aedes Albopictus. Virus ini digolongkan pada keluarga Togaviridae, genus alphavirus. Pada umumnya, virus ini menyerang kawasan tropis Asia dan Afrika. Sejak mulai teridentifikasi pada tahun 1952, epidemi ini terus berkembang hingga akhirnya menyebar di wilayah Indonesia.
Demam chikunguya pertama kali terjadi di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit lagi pada tahun1980, kali ini menyerang wilayah Jambi. Tahun 1983, chikunguya terjadi di Martapura, Ternate, dan Yogyakarta. Demam ini kemudian vakum selama lebih kurang 20 tahun hingga merebak besar-besaran pada tahun 2001 di Muara Enim, Sumatera Selatan. Setelah itu, demam ini seakan sudah populer di kawasan nusantara.
Kata chikunguya berasal dari Swahili yang berarti “yang berubah bentuk atau bungkuk”. Nama ini mengacu kepada postur tubuh penderita demam chikunguya, yang membungkuk,akibat nyeri sendi. Gejala demam chikunguya tidak jauh berbeda dengan gejala Demam Berdarah Dangue (DBD). Kedua Penyakit ini, chikunguya dan DBD, sama-sama disebabkan oleh virus yang dibawa lewat gigitan nyamuk aedes. Bedanya, DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes Agepty dan Chikunguya oleh nyamuk Aedes Albopictus.
Chikunguya ini tergolong unik.

Pertama sekali terjadi demam tinggi disertai menggigil yang mirip gejala influensa. Lalu disertai dengan mual-muntah, sakit kepala dan sakit perut. Dalam 4 hari rasa nyeri dan ngilu mulai terasa di tulang kaki. Setelah itu di sekujur tubuh penderita timbul bercak-bercak merah. Pada tahap berikutnya, penderita akan mengalami kelumpuhan pada tangan dan kaki. Namun, kelumpuhan ini tidak berlangsung lama. Penderita akan segera sembuh dalam beberapa hari saja. Meskipun mirip dengan demam berdarah dengue, demam chikunguya tidak mengakibatkan pendarahan hebat, renjatan (shock), ataupun kematian.
Masa inkubasi chikunguya adalah 2 sampai 4 hari. Manifestasi penyakit berlangsung 3 sampai 10 hari. Virus ini termasuk self limiting disease yang artinya hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri dan sakit masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan.
Dalam prakteknya, tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikunguya. Penyakit ini hanya bisa dicegah. Diantaranya yaitu penghentian perkembangbiakan nyamuk dengan menggalakkan 3M (menutup saluran air, menguras penampungan air dan mengubur barang bekas) atau dengan menaburkan bubuk abate pada penampungan air, mirip dengan pencegahan terhadap demam berdarah dengue (DBD).
Pemberantasan terhadap nyamuk ini harus dilaksanakan secara ruitn dan berkala, karena berdasarkan penelitian dalam 10 hari sekali ratusan jentik berubah menjadi nyamuk. Jentik-jentik itu apabila dibiarkan akan berkembang pesat hingga membahayakan kehidupan manusia.

Terbit di Halaman insting Tabloid Pmails Edisi 64