Archive for the ‘ Tips ’ Category

Kebahagiaan Melindungimu dari Penyakit

Berbahagialah karena itu akan menyehatkan bagimu. Tersenyumlah pada orang sakit karena itu akan membuatnya bahagia dan mempercepat penyembuhan bagi penyakitnya. Bahagia adalah sebagian besar aspek yang membuat seseorang hidup lebih lama.
Kalimat-kalimat di atas bukan sekedar kata-kata hiperbola. Kebahagiaan memang berefek panjang umur bagi yang merasakannya. Ruut Veenhoven dari Universitas Erasmus di Rotterdam dalam sebuah penelitian, seperti yang dikutip dari KCM, menyatakan, “Kebahagiaan memang tidak menyembuhkan tetapi melindungi kita dari penyakit.” Hal inilah yang menyebabkan seorang yang bahagia tampak lebih sehat dan lebih panjang umur.
Bahagia dengan menciptakan suasana menggembirakan juga membawa pengaruh bagi orang yang sakit. Kebahagiaan terbukti mampu membantu mengurangi derita yang dialami pasien. Sedangkan bagi masyarakat yang sehat, kebahagiaan terbukti memperkuat sistem imun sehingga mereka terlindung dari penyakit.
Oleh karena itu, jadilah seseorang yang berbahagia dan memberi kebahagiaan pada orang-orang sekitar. Kebahagiaan itu dapat muncul akibat suasana persahabatan yang hangat dan menyenangkan. Kebahagiaan juga timbul oleh faktor-faktor sosial seperti kemerdekaan, demokrasi, disiplin, saling menghargai, atau hanya dengan sebuah sapaan. (Nilna Rahmi Isna)

Herbal di Indonesia

Kunyit (Curcuma longa)
Di dalam kunyit terdapat minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang berfungsi sebagai anti-bakteri, anti-oksidan, serta anti-radang. Dengan demikian, kunyit bisa dijadikan obat penurun panas. Khasiat lainnya, kunyit juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian kunyit yang umum digunakan adalah rimpang kunyit yang berwarna oranye.

Pegagan (Centella asiatica) atau Daun Kaki Kuda
Pegagan bisa ditemukan di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2,5 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh liar di padang rumput, tepi selokan, sawah, dan kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah. Daunnya berwarna hijau berbentuk seperti kapas ginjal. Jika ingin menanam pegagan, sebaiknya di tanah yang agak lembab dan cukup sinar matahari. Pegagan bersifat menyejukkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan. Daun ini dipergunakan untuk memperlancar aliran darah ke otak sehingga menajamkan pikiran dan meningkatkan saraf memori otak. Sebagai obat, pegagan bisa mengobato radang hati, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, radang mata merah, keputiga, tekanan darah tinggi, pendarahan, wasir, sakit perut, disentri, cacingan, dan keracunan makanan. Baca lebih lanjut

Melirik Herbal, Tanaman Kaya Khasiat

herbal-cleaners1Tatkala dipopulerkannya pengobatan modern semenjak Sekolah Dokter didirikan pada 1908, penggunaan tanaman herbal (tanaman obat) justru dianggap kuno dan berbahaya. Masyarakat ragu-ragu menggunakan obat-obatan alami dan kemudian beralih ke obat-obatan kimiawi. Kenyataan ini berbeda dengan negara timur lain seperti Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea yang justru kembali ke alam. Negara-negara tetangga itu malah mengolah herbal hingga menjadi obat manjur yang terjamin mutu dan kualitasnya.
Saat ini, di Indonesia, semakin luas diketahui bahwa obat kimia ternyata lebih banyak membawa dampak negatif. Dampak negatif itu terjadi baik secara langsung maupun bertahap. Tubuh manusia bersifat organis yang mana di dalamnya terdapat banyak campuran dari berbagai senyawa. Sedangkan obat kimia termasuk senyawa anorganik. Obat kimia tersusun atas senyawa karbon murni yang sesungguhnya tidak cocok untuk tubuh. Maka, bukan hal aneh jika obat kimia sering dikeluhkan sebagai racun.
Sebagai obat yang hadir dari alam, herbal bisa menggantikan obat-obatan kimia yang saat ini harganya semakin melangit. Kelebihan herbal terletak pada tanaman itu sendiri di mana setiap bagiannya dapat berkhasiat obat. Karena itu, tanaman herbal disebut juga sebagai tanaman kaya manfaat.Selain itu, ada sejumlah penyakit berat yang belum mampu disembuhkan oleh obat kimia, antara lain kanker, stroke, juga AIDS. Baca lebih lanjut

Kalau Berkunjung ke Rumah Sakit

patient_nurse1Pada umumnya, orang yang sakit akan mengalami perubahan sikap dari keadaan normalnya. Sikap berubah itu macam-macam,  bisaenjadi lebih sensitif, mudah marah, acuh tak acuh, atau menjadi lebih sopan, dan sebagainya. Kalau kita berkunjung ke rumah sakit, sebaiknyalah kita menjaga sikap dan sopan santun agar si sakit merasa tenang dan tidak merasa lebih baik dengan kehadiran kita.
Diantara yang perlu diperhatikan itu adalah pakaian. Pakailah pakaian yang sopan dan layak. Jangan memakai pakaian yang norak dengan asesoris berlebihan. Tidak juga memakai pakaian yang kelihatannya terlalu suram.
Jangan berkunjung jika yang sakit sedang tidur atau istirahat. Carilah waktu berkunjung dimana si sakit berkemungkinan mampu menyambut kita. Waktu berkunjung ini bisa dipedomani dari waktu kunjungan rumah sakit umumnya.
Sebelum ke rumah sakit, ketahui dulu penyakit orang yang akan kita kunjungi. Jangan sampai kita membawa makanan yang dilarang bagi si sakit. Kita juga tidak boleh menakut-nakuti yang sedang sakit terhadap penyakit yang dideritanya. Tersenyumlah selalu dan hiburlah si sakit. Jangan lupa juga untuk mendoakan si sakit agar lekas sembuh. (Nilna Rahmi Isna)

Tembakau Bisa Jadi Obat Kanker

gtembakau1Sebuah penelitian di Cina, menyebutkan tanaman tembakau bisa digunakan untuk membuat vaksin kanker. Vasin ini dikhususkan bagi orang yang menderita lymphoma kronis. Lymphoma adalah sejenis tumor pre kanker yang melibatkan sel-sel sistem kekebalan.
Vaksin tembakau, apabila disuntikkan kepada manusia, akan menghasilkan protein. Protein ini menjadi antibodi yang dapat menyusun reaksi kekebalan untuk memerangi sel-sel tumor itu. Demikian yang disampaikan oleh Dr Ron Levy dari Stanford University School of Medicina di California, yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. “Ini akan menjadi cara mengobati kanker tanpa dampak,” lanjut Dr Levy, seperti yang dilansir dari KCM.
Tim Levy menguji vaksin itu pada 16 pasien yang didianosis menderita lymphoma follicular B-cell, yakni penyakit kronis yang tak dapat diobati. Dari uji tersebut, tak seorang pasien pun yang mengalami dampak mencolok. Bahkan lebih dari 70 persen pasien menunjukkan peningkatan trhadap reaksi kekebalan. Akan tetapi, kata Levy, belum dapat dipastikan apakah reaksi kekebalan tersebut cukup untuk menghancurkan sel-sel tumor.
Rekayasa tanaman tembakau dilakukan dengan menggurat daun tembakau dengan virus yang dibalut gen untuk menulari tanaman tersebut. Selanjutnya, daun tembakau akan menghasilkan protein yang merupakan antibodi terhadap tumor pasien. Daun itu dipetik beberapa hari kemudian ditumbuk jadi bubuk hijau. Antibodi diambil dari tumbukan daun tembakau yang dijernihkan. Bahan itulah yang kemudian disuntikkan ke tubuh pasien.
Keberhasilan studi peneliti dari Cina tersebut mendapat respect karena ini adalah pertama kalinya vaksin kanker dari tanaman yang telah diujicobakan kepada manusia.(KCM/Nilna Rahmi Isna)

ditulis pada halaman Insting tabloid P’Mails. 27 Juli – 2 Agustus 2008

Jangan Sembarangan Pakai Antibiotik

antibiotics_1

“Ina kan sudah sembuh. Jadi nggak perlu lagi minum obat (antibiotik,-red),” tuntut Ina. Beberapa hari yang lalu Ina demam. Obat yang dibelinya di warung tidak mempan. Seorang teman memberikan Ina antibiotik. Karena merasa sudah sembuh, antibiotik yang masih tersisa tak disentuhnya lagi. Ini adalah kebiasaan berbahaya.
Menurut Dr Marc Miravitlles, MD, dokter spesialis Paru asal Spanyol, seperti yang dilansir dari Kompas.com, antibiotik yang tidak dihabiskan akan menimbulkan resistensi. Bakteri penyebab infeksi akan semakin kebal dan malah akan berbalik membahayakan tubuh. Antibiotiknya pun harus diganti dengan dosis yang lebih besar. Ia melanjutkan, “Sekurang-kurangnya butuh waktu lima sampai tujuh hari untuk mematikan bakteri. Obat diminum sekali sehari.”
Beberapa obat antibiotik seperti penisilin, tetracycline, dan amoxicilin adalah obat yang termasuk kategori antibiotik yang dapat berbahaya jika kita “bermain-main” dalam penggunannya. Jika antibiotik tidak digunakan sampai habis, bisa-bisa bakteri memiliki kekuatan untuk melawan obat-obat ini, mereka akan berkoloni dan mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.
Selain itu, tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan obat yang sama. Dr Marc mengakui bahwa tidak setiap dokter memahami setiap jenis infeksi yang terjadi. Kadang dokter menyamaratakan kasus, satu jenis antibiotik digunakan untuk semua infeksi. Nah, bila dokter saja ada yang keliru apalagi kita yang orang awam. Maka, tidak selayaknya bagi masyarakat untuk sembarangan dan menentukan sendiri antibiotik yang digunakannya.(KCM/Nilna Rahmi Isna)

Kayu Putih, Si Pengusir Nyamuk

rosemarySebelum obat nyamuk ditemukan dan diproduksi secara besar-besaran, nenek moyang kita menggunakan daun kayu putih sebagai pengusir nyamuk. Biasanya, kayu putih ditanam di halaman rumah, tujuannya agar nyamuk menjauh alias kabur.
Nah, nggak ada salahnya kalau di zaman serba modern ini, kita gunakan kembali daun kayu putih sebagai pengusir nyamuk. Konon kabarnya nih, menggunakan obat-obatan alami lebih ampuh daripada obat yang diproduksi dengan teknologi massal, seperti obat nyamuk yang beredar sekarang.
Apa sih yang membuat nyamuk jauh-jauh dari daun kayu putih ? Apalagi kalau bukan aromanya. Aroma inilah yang menjadi tameng penghalau nyamuk. Caranya mudah saja, daun kayu putih dioleskan langsung ke kulit. Cukup dengan meremas-remas atau menumbuk daunnya, lalu membalurkannya ke kulit.
Jika ingin memanfaatkan kayu putih secara utuh sebagai pengusir nyamuk, cukup daunnya diletakkan di dalam ruangan. Sebagai gambaran, letakkan satu tanaman kayu putih pada setiap ruangan berukuran 2 kali 3 meter.
Menggunakan minyak kayu putih sebagai obat oles anti nyamuk juga bisa. Caranya, uapkan minyak essensial kayu putih dengan tungku. Aroma yang dihasilkan dari penguapan ditebarkan ke seluruh ruangan. Pastikan proses pembakaran dengan tungku ini berlangsung baik, sehingga tidak menimbulkan sesak napas. (KCM/Nilna Rahmi Isna)