Archive for the ‘ Makanan Sehat ’ Category

Serat Membantu Mencegah Penyakit

Orang sering abai dengan pemenuhan konsumsi serat di dalam tubuhnya. Globalisasi menjadikan masyarakat Indonesia agak kebarat-baratan. Alhasil, menu wajib seperti buah dan sayur, ditinggalkan. Tak aneh bila, berdasarkan penelitian konsumsi serat orang Indonesia baru mencukupi 1/3 dari kebutuhan normalnya. Makanya, penyakit seperti koleterol tinggi, penyakit jantung koroner, dan diabetes banyak menjangkiti masyarakat Indonesia.
Serat memang berasal dari nabati yang merupakan kumpulan berbagai zat kimia yang tahan terhadap enzim pencernaan sehingga tidak dapat dicerna dengan baik. Tapi, justru karena tidak dapat dicerna inilah yang mampu membantu proses pembuangan sisa-sisa makanan di dalam tubuh.
Berikut dijelaskan beberapa penyakit yang dapat dicegah oleh serat :

  • Sembelit

Konsumsi serat yang tinggi akan menghasilkan feses (tinja) dengan berat yang lebih besar. Hal ini akan merangsang gerakan peristaltik usus besar dan menekan tinja keluar. Disamping itu, serat membentuk feses yang lunak dan licin sehingga tidak keras atau terasa sakit saat dikeluarkan.

  • Gangguan Usus (diverculitis)

Menurut penelitian, hampur sebagian orang dewasa berumur 45 tahun ke atas menderita gangguan usus. Diverculitis atau gangguan usus merupakan penyakit pada saluran usus besar berupa luka dan benjolan, seperti bisul. Benjolan luka ini dapat mempermudah terbentuknya sel-sel kanker, jika kontak dengan senyawa karsinogenik. Tonjolan tersebut dapat mengikat feses sehingga terjadi radang yang menyakitkan. Disinilah fungsi serat yaitu mendorong tinja agar mudah dikeluarkan, sehingga tonjolan dapat mengecil dan lama kelamaan hilang. Meskipun tidak menyembuhkan tapi secara tak langsung serat telah membantu mencegah gangguan usus atau divertikulosis.

  • Kegemukan

Kalori yang rendah dapat ditemukan pada makanan berserat tinggi. Oleh karena itu, seseorang dengan konsumsi serat rendah mudah terkena kegemukan atau obesitas. Kalori yang tinggi jika tidak diimbangi dengan pembakaran energi yang seimbang bisa menjadi biang kegemukan. Selain itu, serat, khususnya yang larut dalam air, mampu menghambat penyerapan gula darah dan lemak serta memberikan efek kenyang yang lebih lama untuk menunda keinginan makan.

  • Penyakit Jantung Koroner dan Kolesterol Tinggi

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian hampir di setiap negara. Dari penelitian tersebut, ditemui hubungan langsung antara konsentrasi kolesterol darah dan PJK. Dilihat dari jenisnya, serat jenis larut air diyakini sangat efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah hingga 5% karena kemampuannya dalam menjerat lemak dan membuangnya melalui kotoran agar tidak diserap oleh tubuh.

  • Diabetes

Kenaikan kadar gula dalam darah dapat ditekan jika karbohidrat dikonsumsi bersama serat makanan, terutama serat yang larut dalam air. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes, baik tipe I maupun tipe II.

  • Kanker

Begitu makanan sampai di usus besar (kolon), beberapa mikroba akan mengurainya menjadi senyawa sisa yang bersifat racun. Jika terjadi kontak dengan dinding usus dalam jangka waktu tertentu, misalnya terjadi sembelit, sisa-sisa yang beracun ini dapat memicu kanker usus besar atau kanker kolon. Kematian akibat kanker kolon menempati urutan keempat dan peringkat kedua penyebab kematian akibat kanker. Selain itu, berdasarkan penelitian, mengkonsumsi makanan kaya serat juga menurunkan resiko kanker mulut dan tenggorokan hingga 50 persen.

  • Daya tahan tubuh

Pada usus besar banyak hidup bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan dan daya tahan tubuh dari serangan bakteri jahat yang terbawa saat makanan dikonsumsi. Serat, khususnya yang larut merupakan prebiotik sebagai makanan bagi bakteri baik atau yang sering disebut dengan probiotik. Fermentasi serat dalam usus besar meningkatkan pertumbuhan bakteri penghasil asam laktat, yang membantu mencegah akumulasi zat racun dan bakteri patogen penyebab penyakit. (Berbagai Sumber/ Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan tabloid P’Mails edisi 152

Konsumsi Serat Baik Untuk Puasa

Jangan lupa mengonsumsi serat dalam bulan Ramadhan. Karena serat selain mengatasi sembelit dan menurunkan kolesterol, serat juga berperan dalam mengatasi maag, serta memiliki sifat sebagai pembersih yang efektif mengusir bau mulut.
Makanan yang dimakan saat sahur sebaiknya adalah jenis maanan yang kaya serat dan protein. Makanan tinggi serat akan lebih lama dicerna dalam tubuh sehingga proses pengosongan lambung pun akan lebih lama. Makanan kaya serat ini dapay diperoleh dari komplek karbohidrat, sayur-sayuran dan buah-buahan. Komplex karbohidrat itu seperti gandum, cereal, beras merah, roti berserat, dan lain-lain.
Bagi yang menderita penyakit maag. sangat dianjurkan mengonsumsi serat saat sahur dan berbuka. Jenis sayuran yang bisa meringankan nyeri perut akibat sakit tukak lambung ini adalah brokoli dan bawang bombay. Kedua sayuran ini akan menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylory yang merupakan penyebab kelainan fungsi lambung.
Disamping itu, serat bersifat sebagai pembersih yang selain membesihkan gigi sehngga mulut tidak bau, juga membersihkan perut.Apalagi, di bulan Ramadhan ini, kita biasa dimanjakan oleh sajian khas bulan piasa yang nikmat dan lezat. Biasanya makanan-makanan ini tinggi lemak dan kolesterol. Untuk menanggulanginya, konsumsilah serat berupa buah dan sayur yang mana sudah terbukti mampu mengikat kolesterol. Sayuran dan buah yang mengandung vitamin C lebih dianjurkan kerena vitamin ini berguna sebagai pengatur keseimbangan kolesterol. So, konsumsilah banyak serat dalam bulan Ramadhan!
(Berbagai sumber/ Nilna Rahmi Isna)

Sehat dengan Serat

makananberserat1-300x298Serat makanan (dietary fibre) merupakan komponen dalam tanaman yang tidak tercerna di dalam lambung menjadi bagian-bagian yang dapat diserap oleh saluran pencernaan, seperti usus. Kandungan serat banyak terkandung dalam karbohidrat. Karbohidrat yang paling populer adalah nasi baik nasi putih maupun nasi merah. Selain nasi kandungan serat dalam karbohidrat banyak dijumpai di sayuran dan buah-buahan. Sayuran ini bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah atau pun matang, namun menurut sebuah penelitian, kadar serat dalam sayuran yang dimasak justru lebih meningkat.
Serat atau fiber dibedakan kepada dua bagian yaitu serat yang larut dalam air (soluble fiber) dan serat yang tak larut dalam air (insoluble fiber). Serat yang larut cenderung bercampur dengan air membentuk jaringan seperti agar-agar atau jaringan yang pekat. Serat ini lebih mudah dicerna di dalam tubuh. Biasanya serat yang larut dalam air terdapat pada sayuran, buah-buahan seperti apel, stoberi, dan jeruk, oat, rumput laut dan kacang-kacangan. Sedangkan serat tak larut bersifat higroskopis, yaitu mampu menahan air 20 kali dari beratnya. Umumnya serat tak larut berasal dari umbi-umbian, wortel, bekatul dan lignin (terdapat pada batang, kulit, dan daun sayur-sayuran).
Dianjurkan mengonsumsi serat sebesar 10-13 gram per 1.000 Kkal (kilo kalori). Sehingga, untuk konsumsi 2.100 Kkal dibutuhkan serat sebesar 25-31 gram serat per orang per hari. Sebaiknya, mengonsumsi serat yang berasal dari sayur dan buah. Selain lebih alami, buah dan sayur tak sekedar mengandung serat, tapi juga sebagai sumber komponen pangan lain yang bermanfaat, seperti vitamin dan mineral
Adapun keuntungan serat terhadap kesehatan antara lain membersihkan perut, menurunkan resiko penyakit tekanan darah tinggi, dan menurunkan kolesterol. Serat juga potensial untuk mencegah penyakit diantaranya penyakit jantung koroner, resiko kanker paru dan perut, osteoporosis, diabetes melitus, dan mencegah sembelit. Seseorang yang tidak cukup serat, biasanya akan mudah mengalami sembelit, diare, wasir, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Penelitian terhadap serat
Awalnya, serat hanya diketahui bermanfaat untuk mencegah konstipasi (sembelit). Namun, pada awal tahun 1970an, beberapa ilmuwan menyatakan bahwa serat memiliki manfaat lain bagi kesehatan.
Di antara ilmuwan itu adalah dr. Denis Burkit yang menemukan fakta bahwa penyakit seperti jantung koroner, diabetes, appendicitis, homerrhoid, konstipasi kronik, dan kanker kolon adalah penyakit yang acap menyerang negara maju tetapi jarang diderita oleh masyarakat Afrika. Hal ini diduga karena kandungan seraat yang tinggi pada makanan tradisional orang Afrika melindungi mereka dari penyakit tersebut.
Akan tetapi, penelitian tak hanya sampai disitu. Para ahli terus meneliti pengaruh serat terhadap kesehatan. Kemudian, didapatkan bahwa serat yang berbeda memiliki efek yang berbeda pula. Misalnya, beberapa jenis serat dapat menurunkan kolesterol darah sementara serat yang lain tidak. Disamping itu, serat dikonsumsi tidak sendirian. Pangan yang kaya serat juga mengandung komponen lain yang juga berperan dalam pencegahan penyakit.
Lebih dari itu, sesungguhnya serat bukanlah hal baru lagi bagi masyarakat Indonesia karena dari dahulunya serat, khususnya sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, sudah dikenal sebagai salah satu sumber makanan pokok. Jika setiap hari telah mengonsumsi serat 35 gram, sebenarnya tak perlu lagi tambahan. Akan tetapi, mengingat pola konsumsi masyarakat semakin bergeser, khususnya di daerah perkoataan, yang cenderung meninggalkan makanan-makanan tradisional, maka serat kembali dibidik untuk dipromosikan. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan di tabloid P’Mails edisi 152

Sekeping Coklat Untuk Jantung Sehat

coklat1Banyak orang yang tergila-gila dengan coklat baik coklat batangan, wafer yang dilapisi coklat, atau menikmati es krim dengan butiran-butiran coklat di dalamnya, ataupun secangkir susu coklat hangat. Mmm, coklat memang nikmat. Rasanya yang manis dan nikmat itupun membawa kenikmatan bagi tubuh para penyantapnya.
Sebuah studi yang dilakukan Universitas John Hopkins, Amerika terhadap penggila coklat menemukan hasil yang mengejutkan dimana serangan jantung bisa turun ketika seseorang memakan sedikit coklat setiap harinya.
Yup, coklat. Ternyata makanan dewa ini memiliki sifat yang mirip dengan aspirin karena memiliki dampak yang membuat keping darah (platelet) butuh waktu lebih lama untuk mengalami penggumpalan. Dimana penggumpalan itulah yang bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga menimbulkan serangan jantung.
Penelitian ini dilakukan oleh Diane Becker dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, seperti yang dilansir dari Kapanlagi.com. “Hasil yang ditunjukkan oleh kelompok pencinta coklat adalah yawa kimia dalam bijicoklat memiliki efek yang sebanding dengan aspirin yang diketahui bisa mengurangi daya keping darah untuk menggumpal yang akan menyebabkan kondisi fatal apabila terjadi penyumbatan dan menghentikan atau memperlambat aliran darah yang dapat menyebabkan serangan jantung,” ujar Becker.
Riset lainnya menyebutkan bahwa coklat hitam yang rasanya manis dan agak pahit memiliki manfaat lebih besar untuk kesehatan jantung dibandingkan coklat dengan kadar gula dan lemak yang tinggi. Riset yang dipublikasikan Asosiasi Jantung Amerika itu menjelaskan bahwa mengkonsumsi sebatang cokelat setiap hari dapat mendorong meningkatnya antioksidan dalam tubuh, menurunkan tekanan darah dan memperbaiki daya tahan insulin.
Namun demikian, Becker tidak menganjurkan kepada seseorang untuk memakan coklat selama 24 jam tanpa terkontrol. Kebiasaan memakan coklat yang baik adalah memakan sekeping coklat untuk satu hari. (Kapanlagi.com/Nilna Rahmi Isna)

Anggur Pencegah Stroke

peculiar_grapeSelain cita rasanya yang enak, anggur juga bermanfaat bagi kesehatan. Beragam penyakit seperti hipertensi, gangguan pencernaan hingga stroke bisa dicegah dengan mengonsumsi anggur, baik anggur merah (jenis Catawba) maupun hijau (jenis Niagara).
Jika Anda mengkonsumsi buah anggur, makanlah dengan kulit dan bijinya.Karena biji buah anggur mengandung zat antioksidan pycnogenol yang berfungsi sebagai penguat dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.Senyawa tersebut bersifat anti aging sehingga proses penuaan dapat dihambat. Lain lagi dengan kulit anggur. Kulit anggur kaya akan Flavonoid. Flavonoid berperan dalam merawat dan membersihkan pembuluh darah dari penyumbatan sehingga resiko stroke dan darah tinggi dapat teratasi. Flavonoid anggur memiliki antioksidan yang lebih besar dibandingkan Vitamin C. Anggur juga tinggi kandungan mineral kalium. Mineral ini mampu mengontrol tekanan darah tinggi dan mencegah serangan stroke.(sehat.com/Nilna Rahmi Isna)

Makan Bubur Kacang Hijau, yuk!

Tahu nggak, kacang hijau (Phaseolus aureus) punya banyak manfaat bagi kesehatan. Mau tahu apa aja?
– Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, yaitu sebanyak 24 %. Di dalamnya terdapat sumber mineral penting antara lain kalsium dan fosfor yang bermanfaat untuk memperkuat tulang. Lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh sehingga baik untuk jantung. Selain itu aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki masalah dengan berat badan karena kandungan lemahnya rendah.
– Kacang hijau mengandung vitamin B1 yang berfungsi untuk mencegah penyakit beri-beri, membantu proses pertumbuhan, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki saluran pencernaan, dan memaksimalkan kerja syaraf. Ada penelitian yang menyatakan bahwa pada sekelompok orang yang makanannya kurang cukup mengandung vitamin B1, seperti kacang hijau, dalam waktu singkat muncul gejala-gejala mudah tersinggung, tidak mampu memusatkan pikiran, dan kurang bersemangat. Gejala-gejala ini mirip dengan tanda-tanda orang stres.
– Nggak cuma vitamin B1, kacang hijau juga mengandung vitamin B2 yang tugasnya membantu penyerapan protein dalam tubuh. Kehadiran vitamin B2 ini akan meningkatkan pemanfaatan protein sehingga penyerapannya menjadi lebih efisien.
Oh ya, selain kacangnya, kecambah kacang hijau juga punya manfaat tak kalah penting antara lain :
– Antioksidan kecambah membantu memperlambat proses penuaan
– Mencegah penyebaran sel kanker
– Kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan
– Sangat baik untuk menjaga keasaman asam lambung dan melancarkan pencernaan
– Berguna untuk kecantikan yaitu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda-noda hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh.
Wah, banyak sekali ya manfaat kacang hijau ini. So, buat kamu-kamu terutama remaja, mulailah mengkonsumsi kacang hijau sekarang juga! (SehatOnline/Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan oleh tabloid Pmails edisi 122, 27 Januari – 2 Februari 2008

Sejuta Khasiat Teh Hijau

Tahukah kamu, teh hijau memiliki sejuta khasiat yang mampu mencegah datangnya penyakit?
Teh hijau mengandung senyawa bioaktif polifenol yang menimbulkan reaksi rileks dan nyaman bagi tubuh. Komponen fungsional yang bertanggung jawab atas terciptanya suasana itu adalah L-teanin.
L-teanin adalah gugus asam amino yang dapat menimbulkan suasana enak (umami atau savory) yang hanya terdapat pada tanaman teh. Senyawa ini merupakan kandungan dominan teh yaitu sebanyak 50 persen dari total asam amino bebas. Kadarnya pada daun teh mencapai 1-2 persen berat kering. L-teanin tergolong senyawa yang mudah diserap oleh usus, tepatnya di saluran intestinal, yang selanjutnya mengalir ke otak. Pemberian teanin ke dalam sriatum otak melalui mikroinjeksi menyebabkan peningkatan pelepasan domain. Disini teanin berinteraksi dengan neurotransmitter. Pelepasan neurotransmitter inilah yang menimbulkan perasaan senang dan memperbaiki suasana hati.
Selain menciptakan suasana rileks, teh hijau juga berkhasiat untuk membantu membakar lemak, mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan melindungi diri dari diabetes dan hepatitis. Teh hijau juga berfungsi untuk mencegah keracunan makanan dan mencegah napas tak sedap serta meningkatkan kekebalan. Ia juga bermanfaat untuk menghindar dari kehilangan massa tulang, gigi berlubang dan alergi.
Agar khasiat lebih terasa, dianjurkan untuk menyeduh daun teh hijau dengan air panas (bukan air mendidih), kemudian biarkan daun terendam selama 1-5 menit. Jangan menambah susu pada ramuannya karena protein susu dapat menetralisir kandungan polifenol (sebagai antioksidan).
Harus diingat, meskipun memiliki banyak khasiat teh hijau juga mengandung kafein yang apabila dikonsumsi secara berlebih dapat menyebabkan imsomnia(gangguan tidur), kecemasan, dan ketidakaturan detak jantung. Ingat, terjadi hanya jika dikonsumsi secara berlebih. Kandungan kafein pada teh tetap lebih rendah dibanding dengan kopi dan minuman bersoda. (berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

diterbitka di Tabloid Pmails edisi 108, 21 – 27 Oktober 2007