Archive for the ‘ Info Penyakit ’ Category

Osteoporosis Mengancam Remaja

osteoGaya hidup remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Banyak remaja yang ingin langsing, suka merokok, mengonsumsi alkohol, dan enggan terpapar matahari pagi. Hal ini sangat rawan bagi remaja untuk terkena penyakit osteopororsis atau penyakit pengoroposan tulang. Padahal, osteopororosis ’sewajarnya’ menyerang kelompok usia di atas 50 tahun.
Osteopororsis merupakan gangguan tulang yang mempunyai sifat-sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai pengecilan arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang yang akhirnya dapat menimbulkan kerapuhan tulang. Gejala awal osteopororsis umumnya ditandai dengan rasa sakit, terutama di daerah punggung yang diikuti dengan fraktur tulang belakang sehingga menimbulkan rasa sakit yang hebat.
Remaja yang ingin terlihat langsing, biasanya enggan minum susu karena takut terlihat gemuk. Remaja putri, umumnya menolak terpapar matahari karena takut kulitnya hitam. Begitu juga kebiasaan merokok yang dianggap ‘keren’. Padahal kebiasaan-kebiasaan ini membuat tubuh mereka kekurangan vitamin D. Cahaya matahari dan susu yang merupakan asupan vitamin D malah dihindari. Rokok mengandung nikotin yang akan menyerap cadangan kalsium dalam tubuh. Jika remaja terus mempertahankan gaya hidupnya yang seperti itu, dikhawatirkan remaja akan menjadi generasi osteoporosis dalam dua atau tiga dasawarsa lagi. Baca lebih lanjut

Global Warming Picu Malaria

Tahu nggak? Ternyata pemanasan global juga memicu timbulnya serangan penyakit. Sebut saja kawasan pegunungan Andes Kolumbia, Amerika tengah yang memiliki ketinggian 1.000-2.195 meter dari permukaan laut. Sebelumnya kawasan ini tidak pernah diserang penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, akibat global warming, dilaporkan muncul nyamuk penyebab malaria, demam berdarah, dan demam kuning.
Selain itu, pada 1997 di Papua, penyakit malaria terdeteksi untuk pertama kalinya pada pemukiman di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut. So, ayo bersama-sama menangkal global warming coz pemanasan ini tidak hanya berakibat terhadap bumi tapi juga memberi penyakit pada manusia.(Nilna Rahmi Isna)

Cacing-cacing Berbahaya yang Hidup di Usus Manusia

visuel-ascaris-680Ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit yang disebut Askariasis. Mereka hidup di rongga usus halus manusia. Berukuran 10-30 cm untuk cacing jantan dan 22-35 cm untuk cacing betina. Satu cacing betina Ascaris lumbricoides dapat berkembang biak dengan menghasilkan 200.000 telur setiap harinya. Telur cacing ini dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru-paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia disebut terinfeksi sindroma loeffler. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makanan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita kurang gizi karena makanan yang masuk diserap terus oleh Ascaris lumbricoides. Di Indonesia, penderita Askariasis didominasi oleh anak-anak. Penyebab penyakit ini bisa karena kurangnya pemakaian jamban keluarga dan kebiasaan memakai tinja sebagai pupuk.

tambangCacing tambang. Cacing ini memiliki dua jenis yaitu Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Disebut cacing tambang karena dahulunya banyak ditemukan pada buruh tambang di eropa. Necator americanus menyebabkan penyakit nekatoriasis dan Ancylostoma duodenale menyebabkan penyakit ankilostomiasis. Kedua jenis cacing ini banyak menginfeksi orang-orang di sekitar pertambangan dan perkebunan. N. americanus dan A. duodenale hidup di rongga usus halus dengan mulut melekat pada daging dinding usus. Tubuh Necator americanus mirip huruf S. Panjang cacing betina kurang lebih 1 cm. Setiap satu cacing dapat bertelur 9000 ekor per hari. Sementara itu panjang cacing jantan kurang lebih 0,8 cm. Ancylostoma duodenale lebih mirip dengan huruf C. Setiap ekor Ancylostoma duodenale dapat menghasilkan 28.000 telur per hari. Telur cacing tambang keluar bersamaan dengan feces. Dalam waktu 1-1,5 hari, telur akan menetas menjadi larva, yang disebut larva rhabditiform. Tiga hari kemudian larva berubah lagi menjadi larva filarifom dimana larva ini dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia. Di tubuh manusia, cacing tambang bergerak mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, tenggorokan, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah. Setiap ekor cacing N. americanus akan menghilangkan 0,005-1 cc darah per hari sedangkan setiap ekor cacing A. duodenale akan menyebabkan manusia kehilangan 0,08-0,34 cc per hari. Oleh karena itulah, cacing tambang menjadi berbahaya karena dapat menyebabkan anemia pada manusia. Di Indonesia, insiden akibat cacing tambang tinggi pada daerah pedesaan, terutama perkebunan. Infeksi cacing ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat desa yang BAB di tanah dan pemakaian feces sebagai pupuk. Selain lewat kaki, cacing tambang juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang masuk ke mulut. Baca lebih lanjut

Kanker Payudara Pada Pria

gynocomastiaMelky Goeslaw, penyanyi legendaris Indonesia sekaligus penderita kanker payudara pria, merupakan salah satu bukti nyata bahwa kanker payudara tidak hanya menyerang wanita, tapi juga pria.

Memang, persentase kemungkinan kanker payudara pada pria hanya 1 persen terhadap wanita. Artinya, diantara 100 wanita hanya 1 laki-laki saja yang memiliki kemungkinan menderita kanker payudara. Ironisnya, kanker payudara pada pria justru lebih berbahaya. Penyebaran kanker payudara pada pria lebih cepat karena jaringan sekitar payudara pria lebih tipis dibanding perempuan. Sehingga, dalam waktu singkat, sel kanker sudah menyebar pada jaringan di sekitar tubuh.

Sama halnya dengan wanita, kanker payudara pada pria disebabkan oleh adanya hormon estrogen. Estrogen adalah hormon pertumbuhan khusus bagi wanita yang berfungsi membangun dan menjaga struktur reproduksi wanita, biasanya disebut hormon kewanitaan. Pria juga memproduksi hormon ini, tapi dalam jumlah sedikit. Selain estrogen, kanker payudara pria juga disebabkan oleh gynecomastia, yaitu gumpalan akibat peningkatan jaringan tisu pada organ payudara; sindrom klinefelter; terpapar radiasi; serta riwayat keluarga.

Gynecomastia, gejalanya merupakan gejala paling umum yang dapat mengidentifikasi kanker payudara pada pria. Diantaranya adalah timbulnya benjolan yang tidak sakit tepat di bawah aerola (jaringan kulit berwarna coklat tua pada payudara), keluar cairan putih, kadang-kadang berupa darah dari puting payudara, dan kulit di sekitar terluka (berwarna merah), mengerut, tertarik ke dalam dan tegang yang pada akhirnya menunjukkan tanda-tanda penyebaran.

Sedangkan, Sindrom Klinefelter adalah sindrom kelainan genetika pada pria, dimana ukuran payudara pria tersebut semakin lama semakin membesar. Pembesaran payudara yang abnormal ini biasanya disebabkan oleh obat-obatan atau aktivitas hormonal.

Bagi para pria yang memiliki latar belakang keluarga penderita kanker payudara, diharapkan berhati-hati terhadap penyakit ini. Resikonya lebih besar. pembuktiannya dapat diamati dari data berdasarkan warna kulit berikut ini. Yaitu, menurut National Cancer Institute, daripada sekitar satu juta orang pria ditemukan 14 kasus kanker payudara pada pria berkulit hitam dan 8 kasus pada pria berkulit putih.

Sutjipto, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dalam penjelasannya kepada Harian Kompas menyebutkan, “Gaya hidup buruk seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol juga meningkatkan risiko kanker, disamping stres dan kondisi lingkungan yang tercemar polusi.” Penyakit hati juga dianggap sebagai salah satu faktor resiko kanker payudara pada pria, karena perlemakan hati dapat mengganggu metabolisme hormonal, sehingga memicu pembesaran kelenjar susu, selain faktor kelainan hormon atau kromosom.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena kanker payudara, perlu dilakukan mammography dan kemoterapi seperti pasien wanita. Jika telah dinyatakan positif kanker payudara, pasien harus rutin melakukan check up ke dokter yang bertujuan untuk mencegah dan mengetahui sejauh mana perkembangan kanker. Jangan takut! Kanker payudara pada pria masih dapat disembuhkan apabila dideteksi sejak dini. Karena itu, berhati-hatilah terhadap gejala-gejala yang mencurigakan.

Resiko kanker payudara pada pria meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Pada banyak kasus, kanker payudara pada pria terjadi pada usia 60an dan 70an. Untuk pria berusia dibawah 35 tahun, kanker ini masih sangat sedikit ditemukan. (Berbagai Sumber, Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang)

ditulis pada tabloid P’Mails edisi 69, 14 Januari 2007

Mengenal Kanker Payudara Sedari Dini

breastbook_pg6Kanker payudara diawali ketika sejumlah sel-sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang secara berlebihan. Pertumbuhan sel-sel yang tidak normal itu membentuk gumpalan besar serupa benjolan yang mana disebut sebagai tumor. Tumor memiliki dua sifat yaitu jinak dan ganas. Apabila pertumbuhan sel-sel yang berlebihan itu tidak dapat dikendalikan oleh tubuh, itulah yang disebut dengan neoplasma. Neoplasma kemudian akan menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Keadaan seperti ini disebut neoplasma ganas. Neoplasma ganas pada payudara inilah yang akhirnya disebut kanker payudara.
Kanker payudara tidak menyerang kulit payudara yang berfungsi sebagai pembungkus, melainkan menyerang kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang payudara yang menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tak terkendali.
Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Awalnya, sel kanker tersebut bersembunyi pada kelenjar payudara tanpa kita sadari. Kemudian, sel-sel ini menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Penyebaran ini pun tak kita ketahui. Hingga tiba-tiba sel kanker aktif dan menjadi neoplasma ganas atau kanker.

Anatomi Payudara
Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang wanita mlahirkan. Kelenjar-kelenjar susu itu disebut lobule. Lobule berasal dari kata lobe yang artinya kantung penghasil susu. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan. Jaringan-jaringan ini mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Ciri-ciri kanker payudara
Pada tahap awal, gejala kanker payudara tak terlihat. Biasanya penerita tidak merasakan sakit dan merasa tidak ada tanda-tanda sama sekali. Inilah sebabnya mengapa banyak orang yang terlambat menyadari kehadiran kanker payudara.

Beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan antara lain :
n Benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
n    Ada rasa nyeri atau sakit pada payudara.
n     Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin besar.
n    Perubahan ukuran atau bentuk payudara karena mulai timbul pembengkakan.
n    Timbul luka pada payudara dan lama tidak sembuh meskipun sudah diobati, serta puting susu seperti koreng atau eksim.
n    Puting tertarik ke dalam.
n    Kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk (peau d’orange)
n     Terkadang keluar cairan, darah merah kehitam-hitaman, atau nanah dari putting susu, atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui.
n    Benjolan menyerupai bunga kobis dan mudah berdarah.
Apabila terdapat ciri-ciri di atas, maka segeralah periksakan ke dokter ahli tumor. Namun, perlu diingat, tidak semua ciri-ciri yang disebutkan memastikan adanya kanker payudara pada seseorang. Oleh karena itu, sangat diharapkan untuk konsultasi ke dokter sedini mungkin. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

Bagaimana Aedes Aegypti Menularkan Virus Dengue?

penyebaranPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk betina aedes aegypti akan menggigit dan menghisap darah penderita DBD. Virus dengue yang terhisap akan berkembang di usus nyamuk, lalu bercampur dalam kelenjar ludah nyamuk, kemudian nyamuk akan menularkannya dengan cara menggigit manusia yang rentan. Proses inkubasi di dalam tubuh nyamuk ini memakan waktu 10-12 hari.
Pada pagi hari (08.00-10.00) dan sore hari (15.00-17.00), nyamuk berkelana mencari mangsanya. Setelah menggigit tubuh manusia dengan cepat perutnya membuncit yang dipenuhi kira-kira dua hingga empat milligram darah atau sekitar 1,5 kali berat badannya.
Berbeda dengan nyamuk lain yang cukup menggigit satu mangsa pada periode setelah bertelur hingga akhir hidupnya, aedes mempunyai kebiasaan menggigit beberapa orang secara berganti-ganti dalam waktu yang singkat.
Nyamuk betina menghisap darah manusia untuk mendapatkan protein bagi keperluan pembiakannya. Tiga hari selepas menghisap darah, ia akan menghasilkan hingga 100 butir telur yang halus seperti pasir. Nyamuk dewasa akan terus menghisap darah dan bertelur lagi.
Apabila nyamuk betina menggigit atau menghisap darah orang yang mengalami infeksi dengue, virus akan masuk ke dalam tubuh nyamuk. Diperlukan waktu sembilan hari oleh virus dengue untuk hidup dan membiak di dalam air liur nyamuk. Setelah itu, nyamuk yang sudah terjangkit virus akan membawa virus itu di dalam tubuhnya hingga akhir khidupannya.
Apabila nyamuk yang terjangkit menggigit manusia, ia akan memasukkan virus dengue yang berada di dalam air liurnya ke dalam sistem aliran darah manusia. Setelah empat hingga enam hari atau yang disebut sebagai periode inkubasi, penderita akan mulai mendapat demam yang tinggi.
(Berbagai sumber / Nilna Rahmi Isna / Kesehatan Masyarakat Unand)

Nyamuk Aedes Aegypti di Sekitar Kita

imagesNyamuk nakal di rumahmu
Gara-gara kamu malas bersih-besih

Baru-baru ini terdengar kabar penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merebak di Sumatera Barat. Rumah sakit M. Zaini di Painan melaporkan… pasien terkena gejala ……….. Penyakit demam berdarah pun menjadi pandemi (penyakit yang berkembang cepat akibat penularan dari manusia ke manusia,-red) di Indonesia.
Penyakit DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke tubuh manusia. Penyakit ini tergolong ganas karena dapat menimbulkan kematian pada penderitanya dalam waktu singkat akibat terjadinya pendarahan dan syok hebat. Namun yang menjadi lakon utama dalam penyebaran virus dengue itu adalah nyamuk Aedes.
Nyamuk Aedes berperan sebagai perantara (vektor) dalam penularan virus dengue dari manusia ke manusia. Seseorang tidak akan tertular penyakit DBD apabila tidak digigit oleh nyamuk. Ada dua jenis nyamuk pembawa virus dengue yaitu Aedes Aegypti dan aedes albopictus. Aedes Aegypti lebih utama dalam menyebarkan virus dengue dibanding aedes albopictus yang relatif jarang.
Aedes aegypti umum berkembang biak di rumah penduduk. Ia bertelur dalam kontainer-kontainer buatan di kawasan rumah perkotaan dan pabrik, seperti : botol minuman, alas pot bunga, vas bunga, bak mandi, tong kayu dan logam, kaleng terbuka, cangkir plastik, aki bekas, wadah gelas, tumpukan kain, dan lain-lain. Aedes Agypti juga bisa bertelur di container alami seperti lubang pohon, ketiak daun, tonggak bambu, dan tempurung kelapa. Aedes albopictus lebih suka di kontainer alami seperti cekungan dahan pohon yang menampung air. Aedes albopictus sering ditemukan di kawasan perkebunan warga. Itu sebabnya, meskipun lingkungan rumah cukup bersih, seseorang tetap bisa terserang DBD yang didapatnya dari nyamuk aedes albopictus yang berasal dari kebun-kebun warga.
Persamaan antara kedua nyamuk ini adalah sama-sama menyukai air bersih dan nyaris terdapat di seluruh Indonesia, pengecualian pada daerah yang mempunyai ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.
Nyamuk Aedes agypti mulanya ditemukan di Mesir yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui kapal laut dan kapal udara. Nyamuk ini hidup dengan baik di belahan dunia yang beriklim tropis dan subtropics sperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika.
Secara fisik, telur nyamuk Aedes agypti berbntuk lonjong dan mempunyai anyaman seperti kain kasa. Telur tampak satu per satu teratur di pinggiran kaleng, lubang pohon, alas pot bunga, dan lain sebagainya. Larvanya tegak lurus di bawah permukaan air Sifon dengan satu rumpun bulu sifon. Pupa nyamuk ini biasanya berada di bawah permukaan air. Dan apabila Aedes aegypti telah dewasa, maka nyamuk ini dapat dilihat secara fisik berwarna hitam putih belang pada kaki dan badannya.
Yang berperan menggigit dan menghisap darah untuk menyebarkan virus ke manusia adalah nyamuk betina. Nyamuk betina lah yang memilih darah manusia untuk mematangkan telurnya. Nyamuk jantan tidak bisa menggigit dan menghisap darah, ia hanya membantu membuahi nyamuk betina. Jika dilihat secara fisik, antene Aedes aegypti jantan berbulu lebih lebat di banding Aedes aegypti betina. Dari cara hinggapnya pun dapat dibedakan, nyamuk aedes aegypti hinggap mendatar di tubuh manusia, berbeda dengan nyamuk anopheles yang hinggap menungging.
Umur nyamuk betina berkisar antara 2 minggu sampai 3 bulan atau rata-rata 11/2 bulan dan tergantung suhu kelembaban udara sekelilingnya. Kepadatan nyamuk akan meningkat saat musim hujan. Jangkauan terbang nyamuk ini berkisar antara 100 – 400 meter.
Nyamuk Aedes agypti mempunyai perilaku yang khas yaitu menggigit pada pagi dan sore hari. Pagi hari antara pukul 08.00 sampai 10.00. Sore hari antara pukul 15.00 – 17.00, pada saat sebelum matahari terbenam. Untuk berkembang biak, nyamuk ini hanya bertelur di air bersih dan tidak bersarang di air got atau semacamnya.
Aedes Agypti dapat berkembang di dalam air bersih yang menggenang lebih dari lima hari. Dapat berkembang biak di air dengan volume minimal 0,5 sentimeter atau sama dengan satu sendok teh.
(Berbagai Sumber / Nilna Rahmi Isna / Kesehatan Masyarakat UNAND)