Arsip untuk Juli, 2008

Jangan Stres Nanti Berjerawat

Jerawat itu menyebalkan. Soalnya, mengurangi kehalusan dan keindahan kulit wajah kita. Ini bikin kita yang jerawatan, sering merasa minder atau malu.
Umumnya jerawat menimpa seseorang pada usia remaja dalam rentang 12-20 tahun. Karena pada usia-usia tersebut aktivitas hormon androgen yang memproduksi minyak meningkat cepat. Bila produksi hormon androgen meningkat, terjadi penyumbatan dan penimbunan minyak. Biasanya minyak tersebut telah tercampur dan terkontaminasi bakteri sehingga timbunan minyak ini menimbulkan pembengkakan. Pembengkakan inilah yang menjadi jerawat di permukaankulit. Makanya, orang dengan kulit berminyak lebih rentan diserang jerawat.
Beberapa faktor lain yang menyebabkan timbulnya jerawat adalah kontaminasi bakteri dan zat-zat kimia tertentu. Zat-zat kimia itu bisa berupa sabun dan make up yang tidak cocok untuk kulit wajah. Jerawat bisa juga ditimbulkan oleh alergi obat. Selain itu, cuaca yang panas dan faktor keturunan juga merupakan salah satu indikator munculnya jerawat. Selain itu tekanan psikologis atau stres juga bisa jadi pemicu.
Orang bilang, jangan makan kacang, nanti berjerawat. Hal ini benar adanya. Karena kacang-kacangan banyak mengandung lemak dan bersifat merangsang aktivitas lemak. Makanan lain yang dapat memperburuk keadaan jerawat antara lain udang, ayam, cokelat, es krim, susu, keju, daging bergajih dan gula berlebihan serta makanan berminyak. Itu sebabnya orang yang berjerawat dianjurkan untuk tidak makan kacang, udang, es krim, dan lain-lain. (Sehat/Nilna Rahmi Isna)

Iklan

Hidup Sehat Tanpa Kanker

Kanker! Penyakit ini adalah ketakutan bagi semua orang. Tidak disadari gejala awalnya namun seketika menjadi monster bagi manusia. Kanker sebenarnya disebabkan oleh faktor-faktor di luar tubuh dalam keseharian hidup kita, seperti gaya hidup, pola makan, lingkungan, dan lain sebagainya. Namun, meskipun diketahui penyebabnya, kanker tetap tidak dapat dihilangkan 100 %. Kanker hanya dapat ditekan dan dicegah kemunculannya.
Berikut beberapa hal yang dapat mencegah munculnya kanker dalam tubuh yang dapat dengan mudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari :

=Ganti pola makan setiap hari
Pola makanan yang monoton ( sama ) setiap harinya dapat menimbulkan ketidakseimbangan dalam hal asupan gizi. Biasakanlah mengganti-ganti menu makanan setiap hari agar tubuh dapat menyerap berbagai macam unsur gizi dari setiap makanan yang kita makan.

=Banyak mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan viamin
Vitamin bekerja untuk meningkatkan fungsi metabolisme tubuh. Bila fungsi metabolisme di dalam tubuh tidak berjalan dengan baik, maka di dalam tubuh terutama usus akan tertimbun banyak sampah. Timbunan sampah inilah yang dapat memicu munculnya kanker. Serat makanan berkhasiat untuk membersihkan dan mengeluarkan sampah-sampah yang tertimbun di dalam usus keluar dari tubuh. Mulailah mengurangi bahan-bahan yang mengandung protein hewani dan menggantinya dengan pola makan yang terkonsentrasi pada sayuran.

=Kurangi makanan asin dan panas
Pemakaian garam yang berlebih tidak hanya dapat memicu timbulnya kanker saja, tapi juga dapat menjadi penyebab timbulnya berbagai penyakit akibat pola hidup, seperti hipertensi. Sebaiknya, gunakan garam tidak lebih dari 10 gram dalam satu hari. Begitu juga dengan panas, sebaiknya tunggu beberapa saat sampai uap panas dari makanan tersebut hilang.

=Jangan hobi memakan bagian makanan yang gosong
Ada sebagian kita yang suka mengemil makanan gosong dengan dalih agar tidak mubazir. Ini salah karena pada bagian yang gosong (yang terkena panas yang berlebihan) terdapat unsur-unsur yang dapat berubah menjadi bibit penyakit.

=Lindungi diri dari panas matahari siang
Terpapar cahaya matahari merupakan hal yang penting bagi manusia. Namun hal itu sebaiknya digunakan secukupnya saja karena jika berlebihan, sinar ultraviolet akan menimbulkan kerusakan. Kulit akan terbakar jika tubuh terlalu sering disinari cahaya matahari, bila dibiarkan, gen yang ada akan rusak sehingga menibgkatkan resiko terkena kanker.

Sebenarnya, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menekan timbulnya kanker di tubuh asal kita mau membudayakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (Sehat / Nilna Rahmi Isna)

diterbitkan pada Tabloid Pmails edisi 110, 4-10 November

Sejuta Khasiat Teh Hijau

Tahukah kamu, teh hijau memiliki sejuta khasiat yang mampu mencegah datangnya penyakit?
Teh hijau mengandung senyawa bioaktif polifenol yang menimbulkan reaksi rileks dan nyaman bagi tubuh. Komponen fungsional yang bertanggung jawab atas terciptanya suasana itu adalah L-teanin.
L-teanin adalah gugus asam amino yang dapat menimbulkan suasana enak (umami atau savory) yang hanya terdapat pada tanaman teh. Senyawa ini merupakan kandungan dominan teh yaitu sebanyak 50 persen dari total asam amino bebas. Kadarnya pada daun teh mencapai 1-2 persen berat kering. L-teanin tergolong senyawa yang mudah diserap oleh usus, tepatnya di saluran intestinal, yang selanjutnya mengalir ke otak. Pemberian teanin ke dalam sriatum otak melalui mikroinjeksi menyebabkan peningkatan pelepasan domain. Disini teanin berinteraksi dengan neurotransmitter. Pelepasan neurotransmitter inilah yang menimbulkan perasaan senang dan memperbaiki suasana hati.
Selain menciptakan suasana rileks, teh hijau juga berkhasiat untuk membantu membakar lemak, mencegah penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan melindungi diri dari diabetes dan hepatitis. Teh hijau juga berfungsi untuk mencegah keracunan makanan dan mencegah napas tak sedap serta meningkatkan kekebalan. Ia juga bermanfaat untuk menghindar dari kehilangan massa tulang, gigi berlubang dan alergi.
Agar khasiat lebih terasa, dianjurkan untuk menyeduh daun teh hijau dengan air panas (bukan air mendidih), kemudian biarkan daun terendam selama 1-5 menit. Jangan menambah susu pada ramuannya karena protein susu dapat menetralisir kandungan polifenol (sebagai antioksidan).
Harus diingat, meskipun memiliki banyak khasiat teh hijau juga mengandung kafein yang apabila dikonsumsi secara berlebih dapat menyebabkan imsomnia(gangguan tidur), kecemasan, dan ketidakaturan detak jantung. Ingat, terjadi hanya jika dikonsumsi secara berlebih. Kandungan kafein pada teh tetap lebih rendah dibanding dengan kopi dan minuman bersoda. (berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

diterbitka di Tabloid Pmails edisi 108, 21 – 27 Oktober 2007

Hati-hati Psoriasis di Kepala

Kita sering abai dengan hal-hal yang kita anggap sudah biasa. Rambut berketombe adalah gejala umum yang sering diderita oleh beberapa orang. Biasanya penderita cukup santai mengobati “ketombean” dengan sampo antiketombe bahkan ada yang membiarkan saja.
Bagaimana dengan Psoriasis? Mungkin kata ini masih asing di telinga anda. Psoriasis mirip dengan ketombe. Gejalanya dikenali dengan timbulnya sisik-sisik tebal dan lebar di kulit kepala seperti halnya ketombe yang membandel atau di sekitar tubuh timbul bercak-bercak merah mirip gigitan nyamuk dengan sisik tebal di ujung bintiknya. Jika anda termasuk penderita ketombe yang tidak kunjung sembuh atau muncul bintik-bintik merah di sekitar tubuh (tanpa mengalami demam), sebaiknya anda mulai hati-hati. Siapa tahu itu gejala psoriasis.
Apa itu psoriasis? Psoriasis merupakan kelainan pada kulit berupa bercak-bercak merah di beberapa bagian tubuh dan diatasnya bersisik tebal. Dr. Tina Wardani seperti yang dikutip dari majalah Nova mengatakan bahwa sisik ini biasanya berlapis-lapis dan memberi gambaran seperti plastik mika yang transparan. Di antara lapisan-lapisan sisiknya, ada lapisan yang cukup tebal. Sisik ini tidak menjalar ke seluruh tubuh karena penumpukan sisik terjadi di tempat tertentu saja, biasanya di kulit kepala atau bagian kulit yang berambut. Bisa juga di siku kedua tangan, lutut, punggung, hingga pantat yang dipenuhi bercak merah dibarengi sisik.
Psoriasis juga dikaitkan dengan otoimun (kekebalan tubuh). Jika pada orang normal regenerasi kulit berlangsung sekitar 28-30 hari maka pada penderita psoriasis bisa berlangsung hanya dalam 3-4 hari saja. Penyakit ini tidak mengenal umur. Ia bisa menyerang siapa saja mulai dari anak-anak hingga dewasa muda. Anak-anak berumur 10-12 tahun merupakan generasi awal yang bisa terkena penyakit ini disamping usia 20-30 tahun yang paling berpotensi terserang.
Uniknya, penyebab penyakit ini masih menjadi misteri di kalangan dokter. Terdapat banyak faktor pencetus yang berbeda-beda diantara penderita. Namun Tina menyampaikan faktor stres adalah yang paling banyak disebut. Infeksi di dalam tubuh misalnya di mulut, saluran pernapasan, gigi berlubang, amandel yang tidak kunjung sembu, dan sebagainya juga menjadi salah satu faktor pemicu. “Keputihan bisa juga menjadi faktor pemicu bagi perempuan penderita psoriasis, ” ujar Tina.
Pada sebagian kasus, makanan juga bisa menjadi penyebab. Seorang penderita pernah menderita psoriasis akibat terlalu banyak memakan daging kambing. Ada juga yang disebabkan oleh rokok dan kopi. Namun faktor makanan ini bukanlah pencetus utama dan hanya terjadi pada sedikit kasus saja.
Sekali lagi hati-hati. Psoriasis bisa saja dianggap sebagai ketombe biasa sehingga pasien mengabaikan sampai bertahun-tahun lamanya. Padahal jika tidak segera diobati, psoriasis akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dengan cepat.
Sebenarnya psoriasis tergolong penyakit tidak berbahaya, tidak menular, dan tidak akan menyebabkan kematian. Yang menjadi masalah adalah faktor kosmetis. Banyak penderita yang segera berobat karena takut penampilan atau kecantikannya terganggu. Tak hanya gangguan kecantikan, psoriasis termasuk penyakit kronik residif atau kambuhan. Jadi, meskipun sudah sembuh bisa timbul lagi di kemudian hari.
Pengobatan
Jika sisik (seperti ketombe) di kulit kepala masih ringan dan belum meluas, penderita masih bisa menggunakan sampo-sampo antiketombe. Jika psoriasis juga timbul di daerah lainnya dan penyebarannya belum meluas, penderita diminta untuk rajin-rajin mengoleskan lotion atau pelembab kulit biasa untuk mengurangi sisik-sisik. Namun jika sudah menyebar dan warna kemerahan tidak kunjung hilang, disarankan untuk segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan. (Kompas.com/Nilna Rahmi Isna)

Biasakan Anak Membawa Bekal ke Sekolah

rosmala-orangtua-laput.jpg

Ibu Rosmala

Barang-barang, terutama kebutuhan sekolah, yang harganya semakin menanjak naik akhir-akhir ini membuat para orangtua kewalahan mengatur keuangan keluarga. Tapi, tidak bagi keluarga yang satu ini.
Adalah Ibu Rosmala yang bertempat tinggal di Komplek Telago Permai Blok D/18 yang bisa memanej keuangan keluarganya tanpa direpotkan oleh keinginan sang anak untuk menambah uang jajan. Ibu rumah tangga yang memiliki tiga orang anak ini telah membiasakan anak-anaknya untuk membawa bekal dari rumah. Bekal yang disiapkan pun tidak sebatas nasi beserta lauknya tapi juga cemilan-cemilan kecil yang bisa dimakan oleh sang buah hati di kala senggang sebelum atau setelah sekolah.
Istri dari Bapak Amril ini pun berhasil mengajarkan anak-anaknya berhemat serta menabung sedari kecil. Sehingga, anak-anak beliau yang kini bersekolah di SMPN 8 Padang, SMA Adabiah Padang, serta baru saja tamat dari SMAN 10 Padang, bisa membeli barang-barang yang sesuai dengan hobi mereka.
Berikut petikan wawancara singkat reporter Pmails dengan Ibu Rosmala mengenai kebiasaan pelajar membawa bekal ke sekolah.
Apakah Ibu setuju jika anaknya membawa bekal ke sekolah untuk mengirit pengeluaran keluarga?
Setuju sekali. Selain bisa mengirit uang jajan, makanan yang dimakan anak jadi lebih terjamin dari segi kesehatan dan kebersihan. Gizinya terlengkapi. Porsi makanannya pun lebih cukup.
Ibu mau tidak membantu anak-anaknya menyiapkan bekal ke sekolah?
Mau sekali. Kebetulan Ibu punya anak tiga orang. Tiga-tiganya Ibu sipakan bekal untuk dibawa ke sekolah.
Jam berapa Ibu bangun untuk menyiapkan bekal mereka?
Jam setengah lima pagi, Ibu sudah siap di dapur untuk menyiapkan sarapan dan bekal buat anak-anak Ibu. Seluruh anak-anak, Ibu wajibkan sarapan pagi sebelum berangkat sekolah. Kalau mereka nggak mau sarapan, mereka akan menerima resiko sendiri bakal kelaparan di sekolah.
Apakah Ibu mau memaksa anak Ibu untuk membawa bekal ke sekolah? Kalau anak tidak mau, bagaimana?
Ibu nggak pernah memaksa anak-anak untuk membawa bekal. Kalau sekali-kali mau mencicip makanan di luar, akan Ibu izinkan. Tapi, selama ini anak Ibu nggak pernah menolak untuk membawa nasi ke sekolah.
Apakah sekolah anak Ibu menganjurkan para siswanya untuk membawa bekal ke sekolah?
Sebenarnya sih nggak terlalu dianjurkan oleh sekolah. Hanya saja, anak-anak Ibu lebih suka memakan makanan dari rumah. Mereka nggak hobi jajan. Katanya, jajanan di luar itu nggak sesuai dengan selera mereka. Nah, kalau di rumah kan bisa milih yang sesuai dengan selera dan porsi mereka.
Jadi, Ibu menyiapkan bekal sesuai dengan keinginan anak-anak Ibu?
Iya. Ibu menyiapkan makanan yang berbeda setiap harinya biar mereka nggak bosan. Bekal yang mereka bawa pun nggak hanya nasi tapi juga snack.
Apakah Ibu tetap memberikan uang jajan kepada anak-anak Ibu?
Ibu tetap memberikan uang jajan kepada mereka. Tapi, karena anak-anak Ibu dibekali makanan dari rumah, uang jajannya jadi tidak terpakai. Biasanya uang jajan itu cuma habis buat ongkos.
Kalau boleh tahu, berapa Ibu memberikan uang jajankepada anak-anak?
Untuk anak Ibu yang masih SMP, Ibu cuma memberi dia uang jajan Rp 3.000,00. Dia diantar jemput pergi-pulang sekolah. Ketika dia pulang, uang jajannya yang Rp 3.000 itu masih ada seperti sediakala. Sedangkan yang SMA, Ibu kasih Rp 10.000,00 karena kebutuhannya lebih banyak seperti uang fotokopi dan ongkos. Meskipun diberi uang lebih banyak, mereka tetap melebihkan uangnya dengan tidak jajan di sekolah.
Terus, uang jajan yang berlebih itu dikemanakan?
Nah, Ibu mengajarkan mereka untuk menabung. Jadi, mereka bisa membelanjakan uang jajan tersebut untuk keperluan yang lebih bermanfaat misalnya, untuk membeli buku, komik, atau novel. Anak-anak Ibu banyak yang hobi membaca. Mereka membeli buku dengan uang yang mereka kumpulkan sendiri.
Apakah anak-anak Ibu merasa dibatasi karena harus memakan makanan dari rumah?
Nggak, mereka malah senang karena tinggal menyuap. Mereka memang nggak suka jajan.
Apakah anak Ibu ada yang mengeluh karena malu membawa bekal dari rumah?
Alhamdulillah, belum ada anak Ibu yang minder bawa nasi ke sekolah. Mereka malah jadi panutan oleh teman-temannya. Anak-anak Ibu malah jadi trendseter untuk selalu bawa nasi ke sekolah. (Nilna Rahmi Isna)

Ditulis untuk Laporan Utama Tabloid Pmails edisi 96

Seledri Bisa Menekan Kolesterol

Ternyata, kelebihan kolesterol bisa diredakan dengan sebatang seledri. Penyakit kelebihan kolesterol atau hiperkolesterolemia yang mengganggu kesehatan jantung ini sebenarnya dapat diturunkan dengan mengonsumsi bahan alami seperti seledri.
Sebuah penelitian dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan percobaan menunjukkan bahwa daun seledri Apium graveolens L. dapat menurunkan kadar kolesterol darah yang terkandung dalam tubuh tikus putih tersebut. Hal ini disebabkan, di dalam seledri terkandung senyawa glukosida, apiin, dan apoil yang memberi aroma khas. Sedangkan, senyawa apa yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol darah belum teridentifikasi.
Jika ingin menggunakan seledri sebagai salah satu alternatif pengobatan, pilihlah sebatang seledri untuk direbus dengan satu gelas air hingga mendidih. Setelah dingin, minumlah air rebusan itu. Cukup diminum satu kali dalam sehari.
Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mencegah penyakit hiperkolesterolemia ini, berbagai patokan sederhana dapat diikuti diantaranya : menambah kadar serat dapat larut dalam diet dengan makan buah-buah, sayuran, kacang-kacangan, dan bebijian. Penderita hiperkolesterolemia juga dianjurkan untuk membatasi konsumsi kacang tanah mentega, margarin, keju, dan minyak goreng dari kelapa atau kelapa sawit. Ada baiknya mengganti bahan-bahan tersebut dengan minyak bunga matahari, kedelai, kanola, atau minyak zaitun. Idealnya, lakukan penurunan bobot dengan cara berolahraga. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

Terbit di Halaman Insting Pmails edisi 96

Mengungkap Misteri Virus H5N1

Flu burung merupakan infeksi virus influenza A subtipe H5N1 (H=hemagglutinin; N=neuraminidase) yang pada umumnya menyerang unggas. Virus H5N1 kemudian dapat menyerang manusia lewat perantaraan hewan yang terkena infeksi tersebut. Penyakit seperti ini disebut dengan penyakit zoonosis.
Dilihat dari sejarahnya, flu burung sudah terjadi sejak tahun 1968. Namun, virus ini memuncak pada akhir tahun 2003 yang mana menyebar luas dan menjadi berita nasional di wilayah Asia Timur dan Selatan Impasnya, Indonesia pun tertular virus endemik ini. Kehebohan pertama terjadi pada Januari 2004 dimana dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak besar-besaran di beberapa propinsi Indonesia terutama Bali, Botabek, Jawa, dan Kalimantan Barat. Berita hangat itu bertambah panas pada 19 Januari 2004, dimana pejabat WHO mengkonfirmasikan lima warga Vietnam dan enam warga Thailand tewas akibat flu burung. Seorang bocah berumur 6 tahun dipastikan menjadi orang pertama yang dikonfirmasi meninggal akibat wabah tersebut.
Subtipe H (hemagglutinin) dan N (neuraminidase) digunakan sebagai identifikasi kode. Pada manusia terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7, sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N98. Virus H5N1 sendiri merupakan strain yang sangat virulen/ ganas. Virus tersebut bertahan hidup hingga 4 hari di air pada suhu 22°C dan apabila bertahan hingga 1 bulan atau lebih pada suhu 0°C. Akan tetapi virus akan mati jika dipanaskan pada suhu 60 °C selama 30 menit atau 56 °C selama 3 jam dengan bantuan desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin.
Flu burung atau Avian Flu dapat menular melalui udara, makanan, minuman dan sentuhan. Penularan lewat udara berasal dari kotoran unggas yang menderita flu burung. Penularan lewat makanan dan minuman bersumber dari daging dan telur hewan yang terjangkit flu burung namun tidak dimasak dengan matang. Sedangkan penularan lewat sentuhan biasanya terjadi pada pekerja di peternakan ayam atau kondisi lainnya yang memungkinkan kontak langsung dengan tubuh unggas tersebut.
Gejala umum yang terjadi pada penderita flu burung adalah demam tinggi, batuk dan nyeri tenggorokan, radang saluran pernapasan atas, infeksi mata, nyeri otot dan pneumonia. Replikasi virus dalam tubuh akan berjalan dengan sangat cepat sehingga pasien perlu mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Pertolongan yang biasa dilakukan oleh petugas medis adalah pemberian obat-obatan penurun panas dan anti virus. Diantara antivirus yang biasa digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga sangat dibutuhkan opini dari dokter.
Kasus flu burung meningkat dengan cepat terutama di Indonesia. Namun demikian, flu burung bukan berarti tidak dapat dicegah. Pencegahan flu burung bisa dilakukan dengan terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Misalnya, mencuci tangan dengan desinfektan setelah bersentuhan dengan unggas, menggunakan pelindung diri seperti masker dan pakaian kerja apabila berada pada peternakan ayam. Untik pencegahan lebih lanjut, pekerja sangat disarankan agar meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja. Bagi para peternak diwajibkan untuk membersihkan kotoran unggas setiap hari. Unggas sebaiknya tidak dipelihara dalam radius kurang dari 10 meter dari lingkungan perumahan atau pemukiman.
Bagi masyarakat umum, disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Keinginan untuk memasak makanan yang bersumber dari protein unggas harus diimbangi dengan memilih unggas yang sehat serta memasaknya pada suhu ± 800 °C selama 1 menit pada daging dan ± 640 °C selama 4,5 menit pada telur. Makanan sebaiknya tidak didinginkan atau dibekukan karena virus akan bertahan lebih lama pada suhu dingin.
Diantara kebijakan pemerintah dalam rangka menghindari penyebaran flu burung secara meluas adalah memusnahkan seluruh unggas yang diduga terjangkit flu burung dengan cara dibakar. Sedangkan pada unggas yang masih sehat diberikan vaksinasi secara menyeluruh. Lebih lanjut, pemerintah melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas flu burung.
Dari data terakhir hingga 31 Oktober 2006, WHO telah mencatat 256 kasus dengan 152 kematian manusia pada negara-negara di ASIA ditambah beberapa negara di Afrika. (Berbagai Sumber/ Nilna Rahmi Isna)

Terbit di Halaman Insting Tabloid Pmails edisi 63