Global Warming Picu Malaria

Februari 28, 2009

Tahu nggak? Ternyata pemanasan global juga memicu timbulnya serangan penyakit. Sebut saja kawasan pegunungan Andes Kolumbia, Amerika tengah yang memiliki ketinggian 1.000-2.195 meter dari permukaan laut. Sebelumnya kawasan ini tidak pernah diserang penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk. Namun, akibat global warming, dilaporkan muncul nyamuk penyebab malaria, demam berdarah, dan demam kuning.
Selain itu, pada 1997 di Papua, penyakit malaria terdeteksi untuk pertama kalinya pada pemukiman di ketinggian 2.100 meter dari permukaan laut. So, ayo bersama-sama menangkal global warming coz pemanasan ini tidak hanya berakibat terhadap bumi tapi juga memberi penyakit pada manusia.(Nilna Rahmi Isna)

gtembakau1Sebuah penelitian di Cina, menyebutkan tanaman tembakau bisa digunakan untuk membuat vaksin kanker. Vasin ini dikhususkan bagi orang yang menderita lymphoma kronis. Lymphoma adalah sejenis tumor pre kanker yang melibatkan sel-sel sistem kekebalan.
Vaksin tembakau, apabila disuntikkan kepada manusia, akan menghasilkan protein. Protein ini menjadi antibodi yang dapat menyusun reaksi kekebalan untuk memerangi sel-sel tumor itu. Demikian yang disampaikan oleh Dr Ron Levy dari Stanford University School of Medicina di California, yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. “Ini akan menjadi cara mengobati kanker tanpa dampak,” lanjut Dr Levy, seperti yang dilansir dari KCM.
Tim Levy menguji vaksin itu pada 16 pasien yang didianosis menderita lymphoma follicular B-cell, yakni penyakit kronis yang tak dapat diobati. Dari uji tersebut, tak seorang pasien pun yang mengalami dampak mencolok. Bahkan lebih dari 70 persen pasien menunjukkan peningkatan trhadap reaksi kekebalan. Akan tetapi, kata Levy, belum dapat dipastikan apakah reaksi kekebalan tersebut cukup untuk menghancurkan sel-sel tumor.
Rekayasa tanaman tembakau dilakukan dengan menggurat daun tembakau dengan virus yang dibalut gen untuk menulari tanaman tersebut. Selanjutnya, daun tembakau akan menghasilkan protein yang merupakan antibodi terhadap tumor pasien. Daun itu dipetik beberapa hari kemudian ditumbuk jadi bubuk hijau. Antibodi diambil dari tumbukan daun tembakau yang dijernihkan. Bahan itulah yang kemudian disuntikkan ke tubuh pasien.
Keberhasilan studi peneliti dari Cina tersebut mendapat respect karena ini adalah pertama kalinya vaksin kanker dari tanaman yang telah diujicobakan kepada manusia.(KCM/Nilna Rahmi Isna)

ditulis pada halaman Insting tabloid P’Mails. 27 Juli – 2 Agustus 2008

antibiotics_1

“Ina kan sudah sembuh. Jadi nggak perlu lagi minum obat (antibiotik,-red),” tuntut Ina. Beberapa hari yang lalu Ina demam. Obat yang dibelinya di warung tidak mempan. Seorang teman memberikan Ina antibiotik. Karena merasa sudah sembuh, antibiotik yang masih tersisa tak disentuhnya lagi. Ini adalah kebiasaan berbahaya.
Menurut Dr Marc Miravitlles, MD, dokter spesialis Paru asal Spanyol, seperti yang dilansir dari Kompas.com, antibiotik yang tidak dihabiskan akan menimbulkan resistensi. Bakteri penyebab infeksi akan semakin kebal dan malah akan berbalik membahayakan tubuh. Antibiotiknya pun harus diganti dengan dosis yang lebih besar. Ia melanjutkan, “Sekurang-kurangnya butuh waktu lima sampai tujuh hari untuk mematikan bakteri. Obat diminum sekali sehari.”
Beberapa obat antibiotik seperti penisilin, tetracycline, dan amoxicilin adalah obat yang termasuk kategori antibiotik yang dapat berbahaya jika kita “bermain-main” dalam penggunannya. Jika antibiotik tidak digunakan sampai habis, bisa-bisa bakteri memiliki kekuatan untuk melawan obat-obat ini, mereka akan berkoloni dan mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.
Selain itu, tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan obat yang sama. Dr Marc mengakui bahwa tidak setiap dokter memahami setiap jenis infeksi yang terjadi. Kadang dokter menyamaratakan kasus, satu jenis antibiotik digunakan untuk semua infeksi. Nah, bila dokter saja ada yang keliru apalagi kita yang orang awam. Maka, tidak selayaknya bagi masyarakat untuk sembarangan dan menentukan sendiri antibiotik yang digunakannya.(KCM/Nilna Rahmi Isna)

visuel-ascaris-680Ascaris lumbricoides menyebabkan penyakit yang disebut Askariasis. Mereka hidup di rongga usus halus manusia. Berukuran 10-30 cm untuk cacing jantan dan 22-35 cm untuk cacing betina. Satu cacing betina Ascaris lumbricoides dapat berkembang biak dengan menghasilkan 200.000 telur setiap harinya. Telur cacing ini dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi. Telur ini akan menetas di usus, kemudian berkembang jadi larva menembus dinding usus, lalu masuk ke dalam paru-paru. Masuknya larva ke paru-paru manusia disebut terinfeksi sindroma loeffler. Setelah dewasa, Ascaris lumbricoides akan mendiami usus manusia dan menyerap makanan disana, disamping tumbuh dan berkembang biak. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita kurang gizi karena makanan yang masuk diserap terus oleh Ascaris lumbricoides. Di Indonesia, penderita Askariasis didominasi oleh anak-anak. Penyebab penyakit ini bisa karena kurangnya pemakaian jamban keluarga dan kebiasaan memakai tinja sebagai pupuk.

tambangCacing tambang. Cacing ini memiliki dua jenis yaitu Necator americanus dan Ancylostoma duodenale. Disebut cacing tambang karena dahulunya banyak ditemukan pada buruh tambang di eropa. Necator americanus menyebabkan penyakit nekatoriasis dan Ancylostoma duodenale menyebabkan penyakit ankilostomiasis. Kedua jenis cacing ini banyak menginfeksi orang-orang di sekitar pertambangan dan perkebunan. N. americanus dan A. duodenale hidup di rongga usus halus dengan mulut melekat pada daging dinding usus. Tubuh Necator americanus mirip huruf S. Panjang cacing betina kurang lebih 1 cm. Setiap satu cacing dapat bertelur 9000 ekor per hari. Sementara itu panjang cacing jantan kurang lebih 0,8 cm. Ancylostoma duodenale lebih mirip dengan huruf C. Setiap ekor Ancylostoma duodenale dapat menghasilkan 28.000 telur per hari. Telur cacing tambang keluar bersamaan dengan feces. Dalam waktu 1-1,5 hari, telur akan menetas menjadi larva, yang disebut larva rhabditiform. Tiga hari kemudian larva berubah lagi menjadi larva filarifom dimana larva ini dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia. Di tubuh manusia, cacing tambang bergerak mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, tenggorokan, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah. Setiap ekor cacing N. americanus akan menghilangkan 0,005-1 cc darah per hari sedangkan setiap ekor cacing A. duodenale akan menyebabkan manusia kehilangan 0,08-0,34 cc per hari. Oleh karena itulah, cacing tambang menjadi berbahaya karena dapat menyebabkan anemia pada manusia. Di Indonesia, insiden akibat cacing tambang tinggi pada daerah pedesaan, terutama perkebunan. Infeksi cacing ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat desa yang BAB di tanah dan pemakaian feces sebagai pupuk. Selain lewat kaki, cacing tambang juga bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang masuk ke mulut. Baca entri selengkapnya »

rosemarySebelum obat nyamuk ditemukan dan diproduksi secara besar-besaran, nenek moyang kita menggunakan daun kayu putih sebagai pengusir nyamuk. Biasanya, kayu putih ditanam di halaman rumah, tujuannya agar nyamuk menjauh alias kabur.
Nah, nggak ada salahnya kalau di zaman serba modern ini, kita gunakan kembali daun kayu putih sebagai pengusir nyamuk. Konon kabarnya nih, menggunakan obat-obatan alami lebih ampuh daripada obat yang diproduksi dengan teknologi massal, seperti obat nyamuk yang beredar sekarang.
Apa sih yang membuat nyamuk jauh-jauh dari daun kayu putih ? Apalagi kalau bukan aromanya. Aroma inilah yang menjadi tameng penghalau nyamuk. Caranya mudah saja, daun kayu putih dioleskan langsung ke kulit. Cukup dengan meremas-remas atau menumbuk daunnya, lalu membalurkannya ke kulit.
Jika ingin memanfaatkan kayu putih secara utuh sebagai pengusir nyamuk, cukup daunnya diletakkan di dalam ruangan. Sebagai gambaran, letakkan satu tanaman kayu putih pada setiap ruangan berukuran 2 kali 3 meter.
Menggunakan minyak kayu putih sebagai obat oles anti nyamuk juga bisa. Caranya, uapkan minyak essensial kayu putih dengan tungku. Aroma yang dihasilkan dari penguapan ditebarkan ke seluruh ruangan. Pastikan proses pembakaran dengan tungku ini berlangsung baik, sehingga tidak menimbulkan sesak napas. (KCM/Nilna Rahmi Isna)

Kanker Payudara Pada Pria

Februari 28, 2009

gynocomastiaMelky Goeslaw, penyanyi legendaris Indonesia sekaligus penderita kanker payudara pria, merupakan salah satu bukti nyata bahwa kanker payudara tidak hanya menyerang wanita, tapi juga pria.

Memang, persentase kemungkinan kanker payudara pada pria hanya 1 persen terhadap wanita. Artinya, diantara 100 wanita hanya 1 laki-laki saja yang memiliki kemungkinan menderita kanker payudara. Ironisnya, kanker payudara pada pria justru lebih berbahaya. Penyebaran kanker payudara pada pria lebih cepat karena jaringan sekitar payudara pria lebih tipis dibanding perempuan. Sehingga, dalam waktu singkat, sel kanker sudah menyebar pada jaringan di sekitar tubuh.

Sama halnya dengan wanita, kanker payudara pada pria disebabkan oleh adanya hormon estrogen. Estrogen adalah hormon pertumbuhan khusus bagi wanita yang berfungsi membangun dan menjaga struktur reproduksi wanita, biasanya disebut hormon kewanitaan. Pria juga memproduksi hormon ini, tapi dalam jumlah sedikit. Selain estrogen, kanker payudara pria juga disebabkan oleh gynecomastia, yaitu gumpalan akibat peningkatan jaringan tisu pada organ payudara; sindrom klinefelter; terpapar radiasi; serta riwayat keluarga.

Gynecomastia, gejalanya merupakan gejala paling umum yang dapat mengidentifikasi kanker payudara pada pria. Diantaranya adalah timbulnya benjolan yang tidak sakit tepat di bawah aerola (jaringan kulit berwarna coklat tua pada payudara), keluar cairan putih, kadang-kadang berupa darah dari puting payudara, dan kulit di sekitar terluka (berwarna merah), mengerut, tertarik ke dalam dan tegang yang pada akhirnya menunjukkan tanda-tanda penyebaran.

Sedangkan, Sindrom Klinefelter adalah sindrom kelainan genetika pada pria, dimana ukuran payudara pria tersebut semakin lama semakin membesar. Pembesaran payudara yang abnormal ini biasanya disebabkan oleh obat-obatan atau aktivitas hormonal.

Bagi para pria yang memiliki latar belakang keluarga penderita kanker payudara, diharapkan berhati-hati terhadap penyakit ini. Resikonya lebih besar. pembuktiannya dapat diamati dari data berdasarkan warna kulit berikut ini. Yaitu, menurut National Cancer Institute, daripada sekitar satu juta orang pria ditemukan 14 kasus kanker payudara pada pria berkulit hitam dan 8 kasus pada pria berkulit putih.

Sutjipto, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta, dalam penjelasannya kepada Harian Kompas menyebutkan, “Gaya hidup buruk seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol juga meningkatkan risiko kanker, disamping stres dan kondisi lingkungan yang tercemar polusi.” Penyakit hati juga dianggap sebagai salah satu faktor resiko kanker payudara pada pria, karena perlemakan hati dapat mengganggu metabolisme hormonal, sehingga memicu pembesaran kelenjar susu, selain faktor kelainan hormon atau kromosom.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena kanker payudara, perlu dilakukan mammography dan kemoterapi seperti pasien wanita. Jika telah dinyatakan positif kanker payudara, pasien harus rutin melakukan check up ke dokter yang bertujuan untuk mencegah dan mengetahui sejauh mana perkembangan kanker. Jangan takut! Kanker payudara pada pria masih dapat disembuhkan apabila dideteksi sejak dini. Karena itu, berhati-hatilah terhadap gejala-gejala yang mencurigakan.

Resiko kanker payudara pada pria meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Pada banyak kasus, kanker payudara pada pria terjadi pada usia 60an dan 70an. Untuk pria berusia dibawah 35 tahun, kanker ini masih sangat sedikit ditemukan. (Berbagai Sumber, Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang)

ditulis pada tabloid P’Mails edisi 69, 14 Januari 2007

smile2“Malu nih, udah bernarsis-narsis ria bareng teman-teman sekelas. Eh, pas lihat hasilnya, kok gigiku kuning ya? Padahal, minggu depan ada acara photo kelas bareng. Kan malu kalau ketahuan gigiku tak lagi putih,” ujar Chika padaku sambil memperlihatkan deretan giginya. Sst, giginya Chika memang udah berwarna kuning. Hihihi….
Waduh, P’Mailis nggak mau dong mengalami hal yang sama seperti Chika. Jangan sampai deh penampilan kamu jadi ternoda gara-gara kamu yang nggak menjaga kesehatan dan kecantikan gigi. Maka dari itu, P’Mails punya tips oke buat menjaga dan merawat kesehatan gigi putihmu.

n Jika kamu suka minum teh atau kopi, maka sudah saatnya bagi kamu untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Terlalu banyak mengonsumsi teh atau kopi dapat merusak lapisan enamel gigi yaitu lapisan yang melindungi gigi dari kekeroposan. Solusinya, pakailah sedotan untuk mencegah kontak langsung antara gigi dan minuman tersebut.
n Jangan lupakan buah dan sayuran. Buah yang baik untuk gigi adalah apel dan strawberi. Sementara jenis sayuran yang berkhasiat bagi gigi adalah wortel dan brokoli. Jenis buah dan sayuran ini membantu mengikis plak yang menempel di gigimu. Buah strawberi lebih spesifik karena memiliki zat pemutih alami pada gigi.
n Teliti memakai pasta gigi. Agar gigimu tetap putih pakailah pasta gigi yang mengandung baking soda. Untuk warna yang cemerlang, kamu bisa menggunakan kombinasi perasan lemon dan satu sendok teh garam yang berkhasiat sebagai larutan pemutih alami gigi.
Nah, mudah dan murah kan? Kalau kamu mengikuti tips-tips di atas, dijamin deh, pengalaman Chika nggak bakal kejadian pada diri kamu. Selamat mencoba! (Kompas/Nilna Rahmi Isna)

coklat1Banyak orang yang tergila-gila dengan coklat baik coklat batangan, wafer yang dilapisi coklat, atau menikmati es krim dengan butiran-butiran coklat di dalamnya, ataupun secangkir susu coklat hangat. Mmm, coklat memang nikmat. Rasanya yang manis dan nikmat itupun membawa kenikmatan bagi tubuh para penyantapnya.
Sebuah studi yang dilakukan Universitas John Hopkins, Amerika terhadap penggila coklat menemukan hasil yang mengejutkan dimana serangan jantung bisa turun ketika seseorang memakan sedikit coklat setiap harinya.
Yup, coklat. Ternyata makanan dewa ini memiliki sifat yang mirip dengan aspirin karena memiliki dampak yang membuat keping darah (platelet) butuh waktu lebih lama untuk mengalami penggumpalan. Dimana penggumpalan itulah yang bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah sehingga menimbulkan serangan jantung.
Penelitian ini dilakukan oleh Diane Becker dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, seperti yang dilansir dari Kapanlagi.com. “Hasil yang ditunjukkan oleh kelompok pencinta coklat adalah yawa kimia dalam bijicoklat memiliki efek yang sebanding dengan aspirin yang diketahui bisa mengurangi daya keping darah untuk menggumpal yang akan menyebabkan kondisi fatal apabila terjadi penyumbatan dan menghentikan atau memperlambat aliran darah yang dapat menyebabkan serangan jantung,” ujar Becker.
Riset lainnya menyebutkan bahwa coklat hitam yang rasanya manis dan agak pahit memiliki manfaat lebih besar untuk kesehatan jantung dibandingkan coklat dengan kadar gula dan lemak yang tinggi. Riset yang dipublikasikan Asosiasi Jantung Amerika itu menjelaskan bahwa mengkonsumsi sebatang cokelat setiap hari dapat mendorong meningkatnya antioksidan dalam tubuh, menurunkan tekanan darah dan memperbaiki daya tahan insulin.
Namun demikian, Becker tidak menganjurkan kepada seseorang untuk memakan coklat selama 24 jam tanpa terkontrol. Kebiasaan memakan coklat yang baik adalah memakan sekeping coklat untuk satu hari. (Kapanlagi.com/Nilna Rahmi Isna)

breastbook_pg6Kanker payudara diawali ketika sejumlah sel-sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang secara berlebihan. Pertumbuhan sel-sel yang tidak normal itu membentuk gumpalan besar serupa benjolan yang mana disebut sebagai tumor. Tumor memiliki dua sifat yaitu jinak dan ganas. Apabila pertumbuhan sel-sel yang berlebihan itu tidak dapat dikendalikan oleh tubuh, itulah yang disebut dengan neoplasma. Neoplasma kemudian akan menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Keadaan seperti ini disebut neoplasma ganas. Neoplasma ganas pada payudara inilah yang akhirnya disebut kanker payudara.
Kanker payudara tidak menyerang kulit payudara yang berfungsi sebagai pembungkus, melainkan menyerang kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang payudara yang menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tak terkendali.
Sel kanker payudara yang pertama dapat tumbuh menjadi tumor sebesar 1 cm pada waktu 8-12 tahun. Awalnya, sel kanker tersebut bersembunyi pada kelenjar payudara tanpa kita sadari. Kemudian, sel-sel ini menyebar melalui aliran darah ke seluruh tubuh. Penyebaran ini pun tak kita ketahui. Hingga tiba-tiba sel kanker aktif dan menjadi neoplasma ganas atau kanker.

Anatomi Payudara
Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang wanita mlahirkan. Kelenjar-kelenjar susu itu disebut lobule. Lobule berasal dari kata lobe yang artinya kantung penghasil susu. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan. Jaringan-jaringan ini mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Ciri-ciri kanker payudara
Pada tahap awal, gejala kanker payudara tak terlihat. Biasanya penerita tidak merasakan sakit dan merasa tidak ada tanda-tanda sama sekali. Inilah sebabnya mengapa banyak orang yang terlambat menyadari kehadiran kanker payudara.

Beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan antara lain :
n Benjolan yang tidak hilang atau permanen, biasanya tidak sakit dan terasa keras bila disentuh atau penebalan pada kulit payudara atau di sekitar ketiak.
n    Ada rasa nyeri atau sakit pada payudara.
n     Semakin lama benjolan yang tumbuh semakin besar.
n    Perubahan ukuran atau bentuk payudara karena mulai timbul pembengkakan.
n    Timbul luka pada payudara dan lama tidak sembuh meskipun sudah diobati, serta puting susu seperti koreng atau eksim.
n    Puting tertarik ke dalam.
n    Kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk (peau d’orange)
n     Terkadang keluar cairan, darah merah kehitam-hitaman, atau nanah dari putting susu, atau keluar air susu pada wanita yang tidak sedang hamil atau tidak sedang menyusui.
n    Benjolan menyerupai bunga kobis dan mudah berdarah.
Apabila terdapat ciri-ciri di atas, maka segeralah periksakan ke dokter ahli tumor. Namun, perlu diingat, tidak semua ciri-ciri yang disebutkan memastikan adanya kanker payudara pada seseorang. Oleh karena itu, sangat diharapkan untuk konsultasi ke dokter sedini mungkin. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)

Satu dari sekian cara untuk mencegah kanker adalah dengan mengonsumsi beberapa makanan tertentu yang diyakini mengandung khasiat untuk melindungi tubuh dari penyakit mematikan tersebut. Berikut enam jenis bahan makanan yang telah diteliti ahli dapat mencegah kanker payudara :


gandumGandum

Gandum dapat dikonsumsi dalam bentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Dimana setiap 1 gelas gandum setara dengan 10 gram dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Estrogen sendiri adalah hormon yang apabila kadarnya tinggi dapat merangsang pertumbuhan kanker payudara.

sashimiIkan Salmon dan Tuna
Kandungan Omega 3 pada ikan Salmon dan Tuna dapat menekan risiko  kanker payudara pada wanita


carrots_b2Wortel dan Bayamspinach

Hati-hati bagi yang tidak suka wortel dan bayam karena wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, berisiko dua kali lebih besar terkena kanker dibandingkan yang sering mengonsumsi kedua jenis sayuran ini.

yoghurt Yoghurt
Yoghurt berfungsi memperlambat partumbuhan sel kanker payudara, terutama dalam jumlah banyak.

imagephp1Susu Kedelai
Susu kedelai murni mampu menurunkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 28 % jika dibandingkan dengan produk kedelai olahan.

juzorange1Jus Jeruk
Penelitian di Universitas Western Ontario, Canada memperoleh hasil bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker hingga 50 %. (Berbagai Sumber/Nilna Rahmi Isna)

terbit di tabloid Pmails edisi 143