Kebahagiaan Melindungimu dari Penyakit
Februari 28, 2009
Berbahagialah karena itu akan menyehatkan bagimu. Tersenyumlah pada orang sakit karena itu akan membuatnya bahagia dan mempercepat penyembuhan bagi penyakitnya. Bahagia adalah sebagian besar aspek yang membuat seseorang hidup lebih lama.
Kalimat-kalimat di atas bukan sekedar kata-kata hiperbola. Kebahagiaan memang berefek panjang umur bagi yang merasakannya. Ruut Veenhoven dari Universitas Erasmus di Rotterdam dalam sebuah penelitian, seperti yang dikutip dari KCM, menyatakan, “Kebahagiaan memang tidak menyembuhkan tetapi melindungi kita dari penyakit.” Hal inilah yang menyebabkan seorang yang bahagia tampak lebih sehat dan lebih panjang umur.
Bahagia dengan menciptakan suasana menggembirakan juga membawa pengaruh bagi orang yang sakit. Kebahagiaan terbukti mampu membantu mengurangi derita yang dialami pasien. Sedangkan bagi masyarakat yang sehat, kebahagiaan terbukti memperkuat sistem imun sehingga mereka terlindung dari penyakit.
Oleh karena itu, jadilah seseorang yang berbahagia dan memberi kebahagiaan pada orang-orang sekitar. Kebahagiaan itu dapat muncul akibat suasana persahabatan yang hangat dan menyenangkan. Kebahagiaan juga timbul oleh faktor-faktor sosial seperti kemerdekaan, demokrasi, disiplin, saling menghargai, atau hanya dengan sebuah sapaan. (Nilna Rahmi Isna)
Herbal di Indonesia
Februari 28, 2009
Kunyit (Curcuma longa)
Di dalam kunyit terdapat minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang berfungsi sebagai anti-bakteri, anti-oksidan, serta anti-radang. Dengan demikian, kunyit bisa dijadikan obat penurun panas. Khasiat lainnya, kunyit juga berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Bagian kunyit yang umum digunakan adalah rimpang kunyit yang berwarna oranye.
Pegagan (Centella asiatica) atau Daun Kaki Kuda
Pegagan bisa ditemukan di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 2,5 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini tumbuh liar di padang rumput, tepi selokan, sawah, dan kadang-kadang ditanam sebagai penutup tanah. Daunnya berwarna hijau berbentuk seperti kapas ginjal. Jika ingin menanam pegagan, sebaiknya di tanah yang agak lembab dan cukup sinar matahari. Pegagan bersifat menyejukkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan. Daun ini dipergunakan untuk memperlancar aliran darah ke otak sehingga menajamkan pikiran dan meningkatkan saraf memori otak. Sebagai obat, pegagan bisa mengobato radang hati, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, radang mata merah, keputiga, tekanan darah tinggi, pendarahan, wasir, sakit perut, disentri, cacingan, dan keracunan makanan. Baca entri selengkapnya »
Melirik Herbal, Tanaman Kaya Khasiat
Februari 28, 2009
Tatkala dipopulerkannya pengobatan modern semenjak Sekolah Dokter didirikan pada 1908, penggunaan tanaman herbal (tanaman obat) justru dianggap kuno dan berbahaya. Masyarakat ragu-ragu menggunakan obat-obatan alami dan kemudian beralih ke obat-obatan kimiawi. Kenyataan ini berbeda dengan negara timur lain seperti Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea yang justru kembali ke alam. Negara-negara tetangga itu malah mengolah herbal hingga menjadi obat manjur yang terjamin mutu dan kualitasnya.
Saat ini, di Indonesia, semakin luas diketahui bahwa obat kimia ternyata lebih banyak membawa dampak negatif. Dampak negatif itu terjadi baik secara langsung maupun bertahap. Tubuh manusia bersifat organis yang mana di dalamnya terdapat banyak campuran dari berbagai senyawa. Sedangkan obat kimia termasuk senyawa anorganik. Obat kimia tersusun atas senyawa karbon murni yang sesungguhnya tidak cocok untuk tubuh. Maka, bukan hal aneh jika obat kimia sering dikeluhkan sebagai racun.
Sebagai obat yang hadir dari alam, herbal bisa menggantikan obat-obatan kimia yang saat ini harganya semakin melangit. Kelebihan herbal terletak pada tanaman itu sendiri di mana setiap bagiannya dapat berkhasiat obat. Karena itu, tanaman herbal disebut juga sebagai tanaman kaya manfaat.Selain itu, ada sejumlah penyakit berat yang belum mampu disembuhkan oleh obat kimia, antara lain kanker, stroke, juga AIDS. Baca entri selengkapnya »
Kalau Berkunjung ke Rumah Sakit
Februari 28, 2009
Pada umumnya, orang yang sakit akan mengalami perubahan sikap dari keadaan normalnya. Sikap berubah itu macam-macam, bisaenjadi lebih sensitif, mudah marah, acuh tak acuh, atau menjadi lebih sopan, dan sebagainya. Kalau kita berkunjung ke rumah sakit, sebaiknyalah kita menjaga sikap dan sopan santun agar si sakit merasa tenang dan tidak merasa lebih baik dengan kehadiran kita.
Diantara yang perlu diperhatikan itu adalah pakaian. Pakailah pakaian yang sopan dan layak. Jangan memakai pakaian yang norak dengan asesoris berlebihan. Tidak juga memakai pakaian yang kelihatannya terlalu suram.
Jangan berkunjung jika yang sakit sedang tidur atau istirahat. Carilah waktu berkunjung dimana si sakit berkemungkinan mampu menyambut kita. Waktu berkunjung ini bisa dipedomani dari waktu kunjungan rumah sakit umumnya.
Sebelum ke rumah sakit, ketahui dulu penyakit orang yang akan kita kunjungi. Jangan sampai kita membawa makanan yang dilarang bagi si sakit. Kita juga tidak boleh menakut-nakuti yang sedang sakit terhadap penyakit yang dideritanya. Tersenyumlah selalu dan hiburlah si sakit. Jangan lupa juga untuk mendoakan si sakit agar lekas sembuh. (Nilna Rahmi Isna)
Tembakau Bisa Jadi Obat Kanker
Februari 28, 2009
Sebuah penelitian di Cina, menyebutkan tanaman tembakau bisa digunakan untuk membuat vaksin kanker. Vasin ini dikhususkan bagi orang yang menderita lymphoma kronis. Lymphoma adalah sejenis tumor pre kanker yang melibatkan sel-sel sistem kekebalan.
Vaksin tembakau, apabila disuntikkan kepada manusia, akan menghasilkan protein. Protein ini menjadi antibodi yang dapat menyusun reaksi kekebalan untuk memerangi sel-sel tumor itu. Demikian yang disampaikan oleh Dr Ron Levy dari Stanford University School of Medicina di California, yang penelitiannya diterbitkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. “Ini akan menjadi cara mengobati kanker tanpa dampak,” lanjut Dr Levy, seperti yang dilansir dari KCM.
Tim Levy menguji vaksin itu pada 16 pasien yang didianosis menderita lymphoma follicular B-cell, yakni penyakit kronis yang tak dapat diobati. Dari uji tersebut, tak seorang pasien pun yang mengalami dampak mencolok. Bahkan lebih dari 70 persen pasien menunjukkan peningkatan trhadap reaksi kekebalan. Akan tetapi, kata Levy, belum dapat dipastikan apakah reaksi kekebalan tersebut cukup untuk menghancurkan sel-sel tumor.
Rekayasa tanaman tembakau dilakukan dengan menggurat daun tembakau dengan virus yang dibalut gen untuk menulari tanaman tersebut. Selanjutnya, daun tembakau akan menghasilkan protein yang merupakan antibodi terhadap tumor pasien. Daun itu dipetik beberapa hari kemudian ditumbuk jadi bubuk hijau. Antibodi diambil dari tumbukan daun tembakau yang dijernihkan. Bahan itulah yang kemudian disuntikkan ke tubuh pasien.
Keberhasilan studi peneliti dari Cina tersebut mendapat respect karena ini adalah pertama kalinya vaksin kanker dari tanaman yang telah diujicobakan kepada manusia.(KCM/Nilna Rahmi Isna)
ditulis pada halaman Insting tabloid P’Mails. 27 Juli – 2 Agustus 2008
Jangan Sembarangan Pakai Antibiotik
Februari 28, 2009

“Ina kan sudah sembuh. Jadi nggak perlu lagi minum obat (antibiotik,-red),” tuntut Ina. Beberapa hari yang lalu Ina demam. Obat yang dibelinya di warung tidak mempan. Seorang teman memberikan Ina antibiotik. Karena merasa sudah sembuh, antibiotik yang masih tersisa tak disentuhnya lagi. Ini adalah kebiasaan berbahaya.
Menurut Dr Marc Miravitlles, MD, dokter spesialis Paru asal Spanyol, seperti yang dilansir dari Kompas.com, antibiotik yang tidak dihabiskan akan menimbulkan resistensi. Bakteri penyebab infeksi akan semakin kebal dan malah akan berbalik membahayakan tubuh. Antibiotiknya pun harus diganti dengan dosis yang lebih besar. Ia melanjutkan, “Sekurang-kurangnya butuh waktu lima sampai tujuh hari untuk mematikan bakteri. Obat diminum sekali sehari.”
Beberapa obat antibiotik seperti penisilin, tetracycline, dan amoxicilin adalah obat yang termasuk kategori antibiotik yang dapat berbahaya jika kita “bermain-main” dalam penggunannya. Jika antibiotik tidak digunakan sampai habis, bisa-bisa bakteri memiliki kekuatan untuk melawan obat-obat ini, mereka akan berkoloni dan mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.
Selain itu, tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan obat yang sama. Dr Marc mengakui bahwa tidak setiap dokter memahami setiap jenis infeksi yang terjadi. Kadang dokter menyamaratakan kasus, satu jenis antibiotik digunakan untuk semua infeksi. Nah, bila dokter saja ada yang keliru apalagi kita yang orang awam. Maka, tidak selayaknya bagi masyarakat untuk sembarangan dan menentukan sendiri antibiotik yang digunakannya.(KCM/Nilna Rahmi Isna)
Kayu Putih, Si Pengusir Nyamuk
Februari 28, 2009
Sebelum obat nyamuk ditemukan dan diproduksi secara besar-besaran, nenek moyang kita menggunakan daun kayu putih sebagai pengusir nyamuk. Biasanya, kayu putih ditanam di halaman rumah, tujuannya agar nyamuk menjauh alias kabur.
Nah, nggak ada salahnya kalau di zaman serba modern ini, kita gunakan kembali daun kayu putih sebagai pengusir nyamuk. Konon kabarnya nih, menggunakan obat-obatan alami lebih ampuh daripada obat yang diproduksi dengan teknologi massal, seperti obat nyamuk yang beredar sekarang.
Apa sih yang membuat nyamuk jauh-jauh dari daun kayu putih ? Apalagi kalau bukan aromanya. Aroma inilah yang menjadi tameng penghalau nyamuk. Caranya mudah saja, daun kayu putih dioleskan langsung ke kulit. Cukup dengan meremas-remas atau menumbuk daunnya, lalu membalurkannya ke kulit.
Jika ingin memanfaatkan kayu putih secara utuh sebagai pengusir nyamuk, cukup daunnya diletakkan di dalam ruangan. Sebagai gambaran, letakkan satu tanaman kayu putih pada setiap ruangan berukuran 2 kali 3 meter.
Menggunakan minyak kayu putih sebagai obat oles anti nyamuk juga bisa. Caranya, uapkan minyak essensial kayu putih dengan tungku. Aroma yang dihasilkan dari penguapan ditebarkan ke seluruh ruangan. Pastikan proses pembakaran dengan tungku ini berlangsung baik, sehingga tidak menimbulkan sesak napas. (KCM/Nilna Rahmi Isna)
Cegah Kanker Payudara Melalui Makanan
Januari 31, 2009
Satu dari sekian cara untuk mencegah kanker adalah dengan mengonsumsi beberapa makanan tertentu yang diyakini mengandung khasiat untuk melindungi tubuh dari penyakit mematikan tersebut. Berikut enam jenis bahan makanan yang telah diteliti ahli dapat mencegah kanker payudara :
Gandum
Gandum dapat dikonsumsi dalam bentuk sereal dengan segelas susu setiap pagi. Dimana setiap 1 gelas gandum setara dengan 10 gram dari kebutuhan serat yang digunakan untuk menurunkan tingkat estrogen dalam tubuh. Estrogen sendiri adalah hormon yang apabila kadarnya tinggi dapat merangsang pertumbuhan kanker payudara.
Ikan Salmon dan Tuna
Kandungan Omega 3 pada ikan Salmon dan Tuna dapat menekan risiko kanker payudara pada wanita
Wortel dan Bayam
Hati-hati bagi yang tidak suka wortel dan bayam karena wanita yang tidak pernah mengkonsumsi wortel dan bayam, berisiko dua kali lebih besar terkena kanker dibandingkan yang sering mengonsumsi kedua jenis sayuran ini.
Yoghurt
Yoghurt berfungsi memperlambat partumbuhan sel kanker payudara, terutama dalam jumlah banyak.
Susu Kedelai
Susu kedelai murni mampu menurunkan risiko terkena kanker payudara sebanyak 28 % jika dibandingkan dengan produk kedelai olahan.
Jus Jeruk
Penelitian di Universitas Western Ontario, Canada memperoleh hasil bahwa jus jeruk bisa memperlambat pertumbuhan sel kanker hingga 50 %. (Berbagai Sumber/Nilna Rahmi Isna)
terbit di tabloid Pmails edisi 143
SADARI Sekarang!
Januari 31, 2009
Perlu untuk diketahui, kanker payudara adalah penyakit mematikan kedua pada wanita setelah kanker rahim. Sementara di Sumatera Barat, kanker payudara menduduki posisi pertama. Data dari RS M. Djamil menyebutkan 100 kasus kanker payudara stadium dini setiap tahunnya.
Jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, kasus kanker payudara tidak begitu memprihatinkan seperti di Indonesia. Mengapa demikian?
Hal ini karena di negara-negara tersebut, penduduknya memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini. Kanker payudara yang ditemukan pada usia dini lebih mungkin untuk diobati dan disembuhkan. Sementara di Indonesia, kasus kanker payudara ditemukan ketika sudah pada stadium lanjut sehingga penyembuhan sudah sulit dilakukan.
Sesungguhnya, penedeteksian dini kanker payudara sangat mudah dilakukan. Tidak perlu di rumah sakit, cukup melakukan sendiri di rumah. Teknik ini disebut SADARI (Periksa Payudara Sendiri).
Berikut langkah-langkah SADARI :
Berdirilah di depan cermin. Kedua tangan diletakkan di depan payudara dengan siku mengarah ke samping Perhatikan apakah ada kelainan pada payudara. Biasanya kedua payudara tidak sama ukuran dan ketinggiaannya. Perhatikan juga apakah terdapat keriput, lekukan, atau puting susu tertarik ke dalam. Bila terdapat kelainan segeralah pergi ke dokter.
Tekan daerah sekitar puting pelan-pelan, apakah keluar cairan yang tidak biasa (tidak normal). Lakukan gerakan ini pada kedua payudara
Berbaringlah di tempat tidur dan letakkan tangan kiri di bawah kepala. Letakkan sebuah bantal di bawah punggung kiri. Rabalah payudara kanan dengan telapak jari-jari kanan. Periksalah apakah ada benjolan pada payudara dan ketiak kiri. Lakukan hal yang sama pada payudara dan ketiak kanan
Bila terasa ada sebuah benjolan sebesar 1 cm atau lebih, segeralah pergi ke dokter. Konsultasi sebaiknya dilakukan dngan dokter ahli Bedah Tumor. Bila ditemukan kanker tahap dini (kurang dari 1 cm), harus segera dilakukan operasi. Jangan menunda operasi karena berarti member kesempatan pada kanker utuk tumbuh pada tahap yang lebih lanjut sehingga sulit disembuhkan. Makin dini penanganan, semakin besar kemungkinan untuk sembuh secara sempurna. (berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)
Jika Terkena Kanker
Januari 21, 2009
Saat kita, atau keluarga, sahabat serta orang-orang terdekat diketahui menderita kanker, tentu yang pertama muncul adalah perasaan sedih, panik, stress, dan takut karena harus berhadapan dengan penyakit yang sulit diobati. Penderita pun menjadi stress dan depresi karena merasa tidak dapat disembuhkan lagi Kondisi ini tentu merugikan si pasien sendiri.
Banyak upaya yang dapat dilakukan sendiri oleh penderita kanker untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Usaha yang terpenting untuk dilakukan adalah berobat secara medis dan mematuhi nasihat dokter. Kemudian, perbanyaklah berdoa. Terima keberadaan kanker dengan ikhlas dan pikiran positif, percaya penuh bahwa sesungguhnya ada rahasia Tuhan dibalik semua itu. Sesungguhnya doa itu dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga lebih kuat melawan sel-sel kanker.
Kesedihan yang berlarut-larut hanya akan membuat jiwa tidak stabil yang dapat memacu tubuh menghasilkan zat-zat beracun.
Menderita kanker bukan berarti tak dapat melakukan apa-apa. Tetaplah melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Cukupkan istirahat dan jagalah pola makan.
Polusi dan asap rokok sebaiknya dijauhi. Hindari juga sinar matahari yang berlebihan. Sinar matahari dibutuhkan cukup 20 menit sehari pada pagi hari. Lakukan olahraga rutin dan tinggal di lingkungan yang kaya oksigen. Kanker benci dengan oksigen karena ia akan mati merana di dalamnya.
Penderita kanker tetap menjaga semangat di dalam dirinya. Jangan pernah menyerah walaupun harus berjuang melawan kanker selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Jika upaya-upaya di atas dilakukan bersamaan dengan pengobatan medis, hasilnya tentu akan lebih optimal. Kemungkinan sembuh akan lebih besar. (Berbagai sumber/Nilna Rahmi Isna)
terbit di tabloid Pmails edisi 143