Alzheimers, Menyerang fungsi Mental dan Daya Ingat
Juli 14, 2008
Alzheimers adalah penyakit yang menyerang otak manusia. Penderita penyakit ini sulit mengingat, sulit berkomunkasi. Daya ingat penderita Alzheirmers menurun secara drastis dan menimbulkan gangguan pada kemampuan bahasa, persepsi, orientasi, emosi, serta gangguan kognisi atau intelektual. Hingga akhirnya penderita tak bisa meninggalkan tempat tidur sampai meninggal. Sementara Alzheimers menjangkiti tubuh, penderitanya mengalami perubahan sifat dan tingkah laku, seperti kecemasan, kecurigaan, halusinasi, dan juga delusi ( keyakinan yang irasional ). Dari jenis penyakitnya, Alzheimers hampir sama dengan pikun, yaitu gejala kemunduran daya ingat dan fungsi mental.
Penyakit Alzheimers dapat diidentifikasi dari gejala-gejala seperti artikulasi dan kelancaran berbicara yang tidak menentu, sering mengulang, salah mengerti, dan sulit mengikuti pembicaraan. Pada tahap lanjut, bicara sudah tidak teratur serta kehilangan keterampilan, misalnya tak bisa memegang sesuatu, lupa cara berpakaian, suka meletakkan barang di tempat yang aneh seperti meletakkan surat di lemari es, tidak bisa mengingat tahun berapa sekarang dan berada dimana. Pada tahap ini, penderita mulai tidak mengenal orang dan lingkungan, walau tidak menderita amnesia. Kepribadiannya mudah berubah, misalnya menjadi apatis, depresi, cuek, selalu merasa curiga, hip[eraktif dan gampang tersinggung.
Umumnya, penyakit Alzheimers berjalan dalam rentang waktu sekitar tujuh tahun, dan berakhir dengan kematian. Beberapa ahli telah melakukan penelitian tentang penyakit Alzheimers ini, tapi masih belum bisa menemukan penyebab pasti dari penyakit ini. Karena itu pula, tidak ada obat untuk penyakit ini, dengan kata lain penyakit Alzheimers tidak dapat disembuhkan. Alzheimers hanya dapat diperlambat keparahannya dengan pemberian vitamin seperti vitamin E, donepezil. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa perhatian dan perawatan yang efektif oleh orang-orang terdekat sangat berpengaruh besar terhadap peningkatkan kualitas hidup si penderita sejak awal diagnosa hingga akhir hidupnya. Kunci penanganan pada proses kemunduran difokuskan pada apa yang masih bisa dilakukan dan dinikmati penderita. Dengan demikian Alzheimers bisa diperlambat.
Pendapat Para Ahli
Pemicu penyakit Alzheimers terletak pada cara kerja otak yang mengendalikan semua sistem tubuh dan pikiran manusia. Otak memiliki beberapa bagian yang punya tugas masing-masing. Ada bagian otak yang megendalikan kerja fisik seperti berjalan. Ada juga bagian yang mengendalikan kemampuan berbicara, mengingat, berkonsentrasi, dan membuat keputusan. Beberapa bagian sel otak tersebut berhenti melakukan fungsinya, yang disebut sebagai kematian fungsi sel otak. Beberapa bagian sel otak penderita alzheimer telah mati. Bila dilihat secara mikroskopis, sel-sel yang telah mati membentuk plak ( bercak abnormal pada otak ). Penyakit ini juga akibat dari kekurangan zat kimia yang diperlukan untuk mengirim sinyal (nerve impulse Dugaan sementara, penyebab kematian sel-sel otak itu disebabkan adanya timbunan protein. Bagian otak yang rentan mengalami kerusakan ini adalah pengendali fungsi mental, sedangkan untuk pengendalikan fisik jarang terganggu.
Penyakit ini cenderung menyerang orang-orang yang berusia di atas 65 tahun. Akan tetapi, bukan berarti orang yang berusia di bawah 65 tahun terbebas dari penyakit ini karena ada juga penderita Alzheimers yang berusia sekitar 40 tahun. Penyakit ini juga tidak pandang bulu, bisa menyerang pria atau wanita. Perlu diwaspadai juga, penyakit Alzheimers kadang diwariskan.
Segera lakukan check up ke Dokter apabila menemukan gejala-gejala seperti yang disebutkan keatas, agar didapatkan penanganan yang terbaik. Semakin dini perawatan, semakin baik. (Berbagai Sumber/Nilna Rahmi Isna/SMAN 2 Padang)
Dibawah ini disebutkan 3 substance yang bisa mencegah munculnya penyakit Alzheimer’s, jika dikonsumsi sejak dini:
1. Jus buah ekstrak dari KULIT buah manggis (mangosteen), di mana di dalam kulitnya terdapat elemen “Xanthones” = antioxidants yang sangat dibutuhkan tubuh dalam perang melawan berbagai jenis penyakit. Di seluruh dunia, scientists telah menemukan kira2 200 Xanthones, dan kulit buah manggis saja memiliki 43 dari jumlah 200 tersebut. Jadi bayangkan khasiatnya. Selain mencegah Alzheimer’s, ekstrak kulit buah manggis juga bisa mencegah penyakit2 dari alergi sampai kanker. Untuk informasi lebih lanjut, silakan visit http://au.gomangosteen.net/au
2. Baru-baru ini ditayangkan di Current Affair Sydney, ternyata bubuk kunyit (turmeric powder) juga sangat berkhasiat dalam mencegah penyakit Alzheimer’s. Jenis masakan yang banyak menggunakan bubuk kunyit tersebut adalah masakan India, di mana hampir setiap resep kari (curry) menggunakan bubuk kunyit. Elemen nutrisi yang memegang peran adalah CURCUMIN, yang membuat kunyit berwarna kuning. (Dari data para ahli di US dan Canada-http://au.gomangosteen.net/au-Nilna Rahmi Isna)
Terbit di Halaman Insting Tabloid Pmails Edisi 4 Februari 2007
Demam Chikunguya, Demam yang Melumpuhkan
Juli 14, 2008
Mungkin masih banyak diantara pembaca yang belum mengenal “Demam Chikunguya”. Chikunguya adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditukarkan oleh nyamuk Aedes Albopictus. Virus ini digolongkan pada keluarga Togaviridae, genus alphavirus. Pada umumnya, virus ini menyerang kawasan tropis Asia dan Afrika. Sejak mulai teridentifikasi pada tahun 1952, epidemi ini terus berkembang hingga akhirnya menyebar di wilayah Indonesia.
Demam chikunguya pertama kali terjadi di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit lagi pada tahun1980, kali ini menyerang wilayah Jambi. Tahun 1983, chikunguya terjadi di Martapura, Ternate, dan Yogyakarta. Demam ini kemudian vakum selama lebih kurang 20 tahun hingga merebak besar-besaran pada tahun 2001 di Muara Enim, Sumatera Selatan. Setelah itu, demam ini seakan sudah populer di kawasan nusantara.
Kata chikunguya berasal dari Swahili yang berarti “yang berubah bentuk atau bungkuk”. Nama ini mengacu kepada postur tubuh penderita demam chikunguya, yang membungkuk,akibat nyeri sendi. Gejala demam chikunguya tidak jauh berbeda dengan gejala Demam Berdarah Dangue (DBD). Kedua Penyakit ini, chikunguya dan DBD, sama-sama disebabkan oleh virus yang dibawa lewat gigitan nyamuk aedes. Bedanya, DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes Agepty dan Chikunguya oleh nyamuk Aedes Albopictus.
Chikunguya ini tergolong unik.
Pertama sekali terjadi demam tinggi disertai menggigil yang mirip gejala influensa. Lalu disertai dengan mual-muntah, sakit kepala dan sakit perut. Dalam 4 hari rasa nyeri dan ngilu mulai terasa di tulang kaki. Setelah itu di sekujur tubuh penderita timbul bercak-bercak merah. Pada tahap berikutnya, penderita akan mengalami kelumpuhan pada tangan dan kaki. Namun, kelumpuhan ini tidak berlangsung lama. Penderita akan segera sembuh dalam beberapa hari saja. Meskipun mirip dengan demam berdarah dengue, demam chikunguya tidak mengakibatkan pendarahan hebat, renjatan (shock), ataupun kematian.
Masa inkubasi chikunguya adalah 2 sampai 4 hari. Manifestasi penyakit berlangsung 3 sampai 10 hari. Virus ini termasuk self limiting disease yang artinya hilang dengan sendirinya. Namun, rasa nyeri dan sakit masih tertinggal dalam hitungan minggu sampai bulan.
Dalam prakteknya, tidak ada vaksin maupun obat khusus untuk Chikunguya. Penyakit ini hanya bisa dicegah. Diantaranya yaitu penghentian perkembangbiakan nyamuk dengan menggalakkan 3M (menutup saluran air, menguras penampungan air dan mengubur barang bekas) atau dengan menaburkan bubuk abate pada penampungan air, mirip dengan pencegahan terhadap demam berdarah dengue (DBD).
Pemberantasan terhadap nyamuk ini harus dilaksanakan secara ruitn dan berkala, karena berdasarkan penelitian dalam 10 hari sekali ratusan jentik berubah menjadi nyamuk. Jentik-jentik itu apabila dibiarkan akan berkembang pesat hingga membahayakan kehidupan manusia.
Terbit di Halaman insting Tabloid Pmails Edisi 64